Pages - Menu

Monday, July 29, 2019

Berakhir Sia-sia

Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut. —Amsal 7:27
Berakhir Sia-sia
Kecanduan heroin adalah hal yang tragis. Seorang pecandu akan menuntut dosis yang semakin dan semakin tinggi demi mencapai tingkat kenikmatan yang sama. Namun, tanpa mereka sadari, dosis tinggi yang mereka cari akan membawa pada akhir yang fatal. Ketika seorang pecandu mendengar kabar tentang seseorang yang meninggal karena overdosis, sangat mungkin pikiran pertama yang muncul dalam benak mereka bukan ketakutan tetapi pertanyaan, “Di mana aku bisa mendapatkan dosis itu?”
C. S. Lewis memperingatkan tentang proses kejatuhan seperti itu dalam novel Screwtape Letters. Di dalamnya, Lewis membayangkan iblis sedang menjelaskan caranya menggoda manusia. Godaan itu dimulai dari kesenangan—bisa dari salah satu kesenangan wajar yang dikaruniakan Allah—dan ditawarkan dengan cara yang dilarang Allah. Setelah orang itu terpancing, kurangi kesenangan itu sambil menggodanya untuk menginginkan lebih banyak. Sediakan “hasrat yang semakin meningkat demi kesenangan yang semakin berkurang,” sampai akhirnya iblis berhasil “merebut jiwa orang itu tanpa perlu memberikan apa pun kepadanya.”
Amsal 7 menggambarkan siklus yang menghancurkan itu dengan godaan dosa seksual. Seks adalah karunia Allah yang baik, tetapi ketika kita mencari kenikmatannya di luar pernikahan, kita “seperti lembu yang dibawa ke pejagalan” (ay.22). Mereka yang mengira dirinya kuat telah menghancurkan diri dengan mengejar kenikmatan yang berbahaya, maka dari itu “perhatikanlah” dan “janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan [yang salah]” (ay.24-25). Dosa bisa memikat dan membuat ketagihan, tetapi selalu berakhir dengan kematian (ay.27). Dengan menghindari godaan untuk berdosa, oleh kuasa Allah, kita dapat memperoleh sukacita dan kepuasan sejati di dalam Dia. —Mike Wittmer
WAWASAN
Sebagian besar kitab Amsal ditulis oleh Raja Salomo. Pasal 5-7 menekankan keseriusan bahaya dosa seksual dan diakhiri dengan suatu gambaran tentang seseorang yang jatuh ke dalam godaaan “seperti lembu yang dibawa ke pejagalan” (7:22). Kiasan itu memberikan gambaran bahwa manusia tidak mengetahui kebinasaan yang menanti di depan. Itulah sebabnya Raja Salomo memperingatkan bahwa rumah seorang perempuan sundal adalah “jalan menuju kuburan” (ay. 24-27). —Julie Schwab
Kapan dan di mana kamu menghadapi godaan? Bagaimana kamu bisa memohon hikmat dan pertolongan dari Allah untuk berpaling dari godaan tersebut?
Roh Kudus, aku tahu betapa tidak berdayanya aku untuk menolak godaan. Aku membutuhkan-Mu. Tolonglah aku mengatasinya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate