Pages - Menu

Tuesday, August 6, 2019

Akankah Kau Kembali?

Cintailah dia seperti Aku juga mencintai orang Israel sekalipun mereka meninggalkan Aku dan menyembah ilah-ilah lain. —Hosea 3:1 (BIS)
Akankah Kau Kembali?
Pernikahan Ron dan Nancy berada di ujung tanduk. Nancy pernah selingkuh, tetapi kemudian mengakui dosanya kepada Allah. Ia tahu apa yang Tuhan mau ia lakukan, tetapi itu sangat sulit baginya. Akhirnya Nancy menceritakan hal yang sebenarnya kepada Ron. Alih-alih minta cerai, Ron memilih untuk memberi Nancy kesempatan agar ia dapat dipercaya kembali dengan menunjukkan bahwa dirinya telah berubah. Dengan cara yang ajaib, Allah memulihkan pernikahan mereka.
Tindakan Ron adalah gambaran kasih dan pengampunan Allah kepada orang berdosa seperti kamu dan saya. Nabi Hosea memahami dengan baik hal ini. Allah memerintahkan Hosea untuk menikahi perempuan yang tidak setia sebagai cara untuk menunjukkan kepada bangsa Israel ketidaksetiaan mereka kepada Allah (Hos. 1). Tidak hanya sampai di situ, bahkan ketika istri Hosea meninggalkannya, Allah menyuruh Hosea untuk mengajak istrinya bersatu kembali. Kata-Nya, “Pergilah lagi dan cintailah seorang wanita yang suka berzinah” (3:1 BIS). Walaupun umat Allah memberontak dan tidak taat kepada Allah, Allah tetap merindukan hubungan yang akrab dengan umat-Nya. Sama seperti Hosea mencintai istrinya yang tidak setia, mengejarnya, dan berkorban baginya, demikianlah kasih Allah kepada umat-Nya. Kemarahan dan kecemburuan-Nya yang benar dimotivasi oleh kasih-Nya yang besar.
Allah yang sama juga merindukan kita mendekat kepada-Nya hari ini. Ketika kita datang dan beriman kepada-Nya, kita dapat meyakini bahwa di dalam Dia kita akan menemukan kepuasan total. —Estera Pirosca Escobar
WAWASAN
Hosea 14:2 merupakan jantung kitab Hosea, “Kembalilah kepada TUHAN Allahmu, hai bangsa Israel!” (BIS). Kata kuncinya terdapat pada kata kembali. Berulang kali dalam kitab Hosea kita melihat Allah—yang setia dan memegang perjanjian-Nya—memanggil Israel yang tidak setia untuk kembali kepada-Nya. Bahasa Ibrani untuk “kembali” adalah šūb (dibaca syub). Kata kerja ini lazim dipakai dalam Perjanjian Lama, lebih dari 1.050 kali (kata ke-12 terbanyak dipakai dalam Perjanjian Lama). Delapan belas di antaranya ada dalam kitab Hosea. Makna teologis dari kata ini adalah pertobatan Israel kepada Tuhan, seperti tertulis dalam Hosea 3:5: “Tapi akan datang masanya bangsa Israel kembali kepada TUHAN Allah mereka, dan kepada raja mereka dari keturunan Daud” (BIS). —Arthur Jackson
Bagaimana kamu merespons kasih Allah kepadamu hari ini? Kepada siapakah kamu ingin dan dapat membagikan kasih Allah?
Allah Bapa, ajaib dan besar kasih-Mu bagi pendosa seperti aku! Aku tidak layak menerima kasih-Mu karena segala kesalahanku. Terima kasih Engkau mengampuniku, menebusku, dan memperbaiki hubungan-Mu denganku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate