Pages - Menu

Friday, August 23, 2019

Hati Hamba

Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya. —Markus 9:35
Hati Hamba
Koki. Perencana acara. Ahli nutrisi. Perawat. Itu hanya sebagian dari banyaknya tanggung jawab yang biasa dilakukan oleh ibu rumah tangga zaman modern. Pada tahun 2016, diperkirakan kaum ibu bekerja antara lima puluh sembilan sampai sembilan puluh enam jam setiap minggunya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan anak-anak mereka.
Tidak heran ibu rumah tangga selalu merasa kelelahan! Menjadi ibu berarti merelakan banyak waktu dan energi untuk merawat anak-anak, yang membutuhkan banyak pertolongan dalam menjalani hidupnya.
Ketika saya lelah dan perlu diingatkan bahwa merawat orang lain adalah pekerjaan mulia, saya dikuatkan ketika melihat bagaimana Yesus meneguhkan orang-orang yang melayani.
Dalam Injil Markus, para murid berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Yesus pun mengingatkan, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” (9:35). Lalu Dia mengambil seorang anak untuk melukiskan pentingnya melayani sesama, terutama kaum yang tidak berdaya (ay.36-37).
Respons Yesus mengubah standar tentang apa artinya menjadi yang terkemuka dalam Kerajaan-Nya. Standar itu adalah hati yang rela melayani sesama, dan Yesus berjanji bahwa penyertaan dan penguatan dari Allah akan menyertai mereka yang memilih untuk melayani (ay.37).
Ketika kamu berkesempatan melayani keluarga atau komunitas, kiranya kamu terhibur saat mengetahui bahwa Yesus sangat menghargai waktu dan usaha yang kamu berikan untuk melayani. —Lisa Samra
WAWASAN
Dalam kebudayaan Israel abad pertama, membuka pintu rumah bagi para pengelana adalah tindakan sosial yang bernilai penting. Menurut salah satu tradisi pengajaran rabbi pada masa itu, keramahtamahan lebih besar nilainya daripada menerima shekinah, yang menandakan kemuliaan atau kehadiran Allah di Bait-Nya. Namun, anehnya, dalam budaya mereka, tidak ditanamkan nilai agar kaum pria ‘membuka pintu hati’ mereka bagi anggota masyarakat yang dianggap lebih rendah martabatnya. Mereka memandang dan memperlakukan para budak, istri, dan anak-anak hanya sebagai properti. Oleh karena itu, murid-murid Kristus tidak memiliki pemahaman sebelumnya tentang suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang juga hamba, yang rela mati untuk mewujudkan rencana-Nya membentuk dunia yang lebih baik (Markus 9:30-32). Yesus memutarbalikkan pandangan mereka tentang kerajaan-Nya dengan menyambut, memeluk, dan menghargai seorang anak kecil sebagai gambaran kerendahan hati yang belum mereka pahami. Kemudian Dia memperluas pengertian mereka tentang siapa yang seharusnya kita terima dalam hati (ay.37). —Mart DeHaan
Bagaimana kamu dapat melayani seseorang hari ini? Dapatkah kamu meluangkan waktu untuk menyatakan rasa terima kasih kepada seseorang yang telah melayani dan mengasihimu dengan sepenuh hati?
Tuhan Yesus, terima kasih Kau telah mengingatkan kami tentang perhatian-Mu kepada anak-anak dan mereka yang tak berdaya. Tolonglah kami agar dapat mengikuti teladan pelayanan-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate