Pages - Menu

Wednesday, September 11, 2019

Selalu Diperbarui

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. —2 Korintus 4:16
Selalu Diperbarui
Katedral Notre Dame di Paris adalah bangunan yang sangat menakjubkan. Arsitekturnya memukau, jendela-jendelanya yang berkaca patri dan interiornya yang indah sangatlah mempesona. Namun, setelah berabad-abad menjulang di atas kota Paris, sudah saatnya gereja itu diperbaiki—dan prosesnya telah berjalan pada saat kebakaran besar mengakibatkan kerusakan hebat pada bangunan kuno yang megah itu.
Warga yang mencintai gedung bersejarah yang dibangun pada abad kedelapan itu pun berbondong-bondong menyelamatkannya. Belum lama ini, pemerintah Prancis menyisihkan dana hingga lebih dari enam juta dolar untuk membantu pemugaran gereja tersebut. Tiang-tiang penopangnya harus diperkuat. Sebagian besar dinding batu di bagian luar perlu diganti, dan atapnya harus diperbaiki. Dana yang besar itu tidak akan keluar dengan sia-sia, karena bagi banyak orang, katedral kuno ini melambangkan harapan.
Demikian juga dengan diri kita. Tubuh kita, seperti gereja tua itu, lama-lama juga akan menua seiring berjalannya waktu! Namun, seperti dijelaskan Rasul Paulus, kabar baiknya adalah: walaupun kita lambat laun kehilangan kekuatan masa muda kita, tetapi diri kita yang sejati—“manusia batiniah” kita—dapat terus diperbarui dan bertumbuh (2 Kor. 4:16).
Ketika kita berusaha supaya kita “berkenan kepada [Allah]” (5:9), dengan bergantung kepada Roh Kudus yang memenuhi dan mengubah kita (3:18; Ef. 5:18), pertumbuhan iman kita sama sekali tidak perlu berhenti—bagaimanapun keadaan “bangunan” kita. —Dave Branon
WAWASAN
Paulus kerap membandingkan keadaan saat ini dengan kehidupan bersama Allah dalam kekekalan nanti, contohnya dalam bacaan 2 Korintus hari ini. Untuk kedua kalinya, Paulus membicarakan hal tersebut kepada gereja Korintus. Dalam suratnya yang pertama, Paulus menghabiskan sebagian besar pasal 15 untuk membahas perbedaan kehidupan yang sekarang dan yang akan datang. Ia juga berbicara tentang pengharapan masa depan dalam surat Efesus (1:18-23), Filipi (1:20-23), 1 Tesalonika (4:13-18), dan 1 Timotius (6:17-19). —J.R. Hudberg
Kapan kamu melihat karya Roh Kudus memperbarui manusia batiniahmu? Bagaimana kesadaran bahwa pertumbuhan iman kita tidak pernah berhenti dapat mengilhamimu untuk terus berharap kepada Allah?
Ya Allah, terima kasih untuk Roh-Mu yang senantiasa memperbarui dan mengubah kami. Teruslah memberikan kami kekuatan dan keberanian untuk bersandar kepada-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate