Pages - Menu

Sunday, September 29, 2019

Siapakah Aku Ini?

AKU ADALAH AKU. —Keluaran 3:14
Siapakah Aku Ini?
Dave memang menikmati pekerjaannya, tetapi ia sudah lama tertarik untuk melakukan pekerjaan misi. Sekarang, ia akan melakukan apa yang telah lama ia impikan itu dengan menjadi misionaris. Namun, anehnya, ia mulai merasa ragu.
“Aku tidak layak menjadi misionaris,” katanya kepada seorang teman. “Lembaga misi itu tidak benar-benar mengenalku. Aku memang tidak cukup baik.”
Bukan cuma Dave yang merasa demikian. Mungkin kita mengenal Musa sebagai seorang pemimpin yang tangguh dan penerima Sepuluh Perintah dari Allah. Namun, kita cenderung lupa kalau Musa pernah kabur ke padang gurun setelah membunuh seseorang. Kita lupa bahwa ia pernah menjadi buronan selama empat puluh tahun. Kita mengabaikan sifatnya yang mudah marah dan keengganannya untuk menuruti perintah Allah.
Ketika Allah memerintahkannya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir (Kel. 3:1-10), Musa menolak dengan alasan ia tidak cukup baik untuk melakukan tugas itu. Ia bahkan berdebat panjang dengan Allah dan bertanya kepada-Nya: “Siapakah aku ini?” (ay.11). Lalu, Allah menyatakan kepada Musa siapa Dia: “Aku adalah Aku” (ay.14). Mustahil menjelaskan nama misterius itu karena Allah yang tidak terjelaskan itu sedang menjelaskan keberadaan-Nya yang kekal kepada Musa.
Menyadari kelemahan diri memang baik, tetapi apabila kita memakainya sebagai alasan agar Allah tidak memakai kita, sebenarnya kita sedang menghina Dia. Itu sama saja dengan mengatakan bahwa Allah tidak cukup baik bagi kita. Pertanyaannya bukanlah Siapakah aku ini?, melainkan Siapakah Sang Aku itu? —Tim Gustafson
WAWASAN
Ketika Musa bertanya, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun?“ (Keluaran 3:11), Allah meyakinkannya akan hadirat-Nya. “Aku akan menyertai engkau” (ay.12) sesuai dengan pernyataan “AKU ADALAH AKU” (ay.14), yang menyatakan bahwa Allah sungguh ada. Allah menegaskannya lebih jauh ketika Dia menyebut Diri-Nya “TUHAN” (ay.15), dari kata Ibrani YÄ›hovah,yang berarti “keberadaan-Nya tidak bergantung pada keberadaan lain”. Apapun keterbatasan Musa, Sang Penopang alam semesta akan menyertainya. —Julie Schwab
Pernahkah kamu merasa bahwa kamu tidak cukup baik dan perasaan itu menghalangimu untuk melayani Allah? Bagaimana hal itu mendorongmu untuk melihat tokoh-tokoh Alkitab yang dipakai Allah meskipun mereka memiliki kekurangan?
Allah yang kekal, kami sering ragu bahwa Engkau dapat memakai orang-orang seperti kami. Namun, Engkau mengutus Anak-Mu untuk mati bagi orang-orang seperti kami, karena itu ampunilah keraguan kami. Tolonglah kami untuk berani menerima tantangan yang Engkau izinkan kami alami.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate