Pages - Menu

Friday, September 20, 2019

Tinggal pada Pokok Anggur

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. —Yohanes 15:4
Tinggal pada Pokok Anggur
Emma baru saja melewati musim dingin yang sangat berat dengan membantu menjaga seorang anggota keluarganya yang sakit keras. Pada musim semi tahun itu, Emma merasa dikuatkan setiap kali melewati sebatang pohon ceri dekat rumahnya di Cambridge, Inggris. Di atas kuntum-kuntum bunga merah muda, tumbuh kuntum-kuntum bunga putih. Seorang tukang kebun yang pintar telah mencangkokkan bunga putih pada pohon ceri itu. Setiap kali Emma melewati pohon unik itu, ia ingat Yesus pernah berkata bahwa Dialah pokok anggur dan para pengikut-Nya adalah ranting-rantingnya (Yoh. 15:1-8).
Dengan menyebut diri sebagai pokok anggur, Yesus menggunakan gambaran yang tidak asing bagi orang Israel, karena di dalam Perjanjian Lama, pokok anggur melambangkan umat Allah (Mzm. 80:9-10, Hos. 10:1). Yesus memakai simbol itu bagi diri-Nya dengan mengatakan bahwa Dialah pokok anggur dan para pengikut-Nya telah dicangkokkan kepada-Nya sebagai ranting. Dengan tinggal di dalam Dia dan menerima nutrisi serta kekuatan dari-Nya, mereka akan berbuah (Yoh. 15:5).
Sembari Emma melayani anggota keluarganya, ia perlu diingatkan bahwa ia terhubung dengan Yesus. Melihat bunga-bunga putih di antara kuntum-kuntum merah muda telah memberi Emma gambaran tentang kebenaran yang menyatakan bahwa selama ia tetap tinggal di dalam Sang pokok anggur, ia akan menerima kekuatan dari-Nya.
Ketika kita yang percaya kepada Tuhan Yesus meyakini bahwa hubungan kita dengan-Nya itu sedekat pokok anggur dengan rantingnya, iman kita akan terus diperkuat dan diperkaya. —Amy Boucher Pye
WAWASAN
Perumpamaan kebun anggur dipakai untuk menggambarkan hubungan Allah dengan umat Israel (Mazmur 80:9-10; Yesaya 5:1-7; 27:2-6). Allah mengharapkan agar umat-Nya “menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam” (Yesaya 5:2). Yesus juga mengisahkan tentang pemilik kebun anggur yang ditolak dan tidak mendapat bagian hasil panennya (Matius 21:33-43). Dia memperingatkan orang Yahudi bahwa Allah menginginkan “suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu” (ay.43). Kita tidak dapat menghasilkan buah tanpa terhubung dengan Pokok Anggur. Yesus mengatakan bahwa jika kita berbuah, itu membuktikan bahwa kita adalah murid-murid-Nya (Yohanes 15:8). Karya Roh Kudus menghasilkan buah yang baik di dalam kita (Galatia 5:22-23) dan membuat kita semakin serupa Kristus (Roma 8:29). —K.T. Sim
Bagaimana cara kamu menerima kekuatan dan nutrisi rohani dari Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah memampukanku untuk tinggal di dalam-Mu. Di sanalah kiranya kutemukan damai, harapan, dan kekuatan yang kubutuhkan hari ini.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate