Pages - Menu

Saturday, October 12, 2019

Cantumkan Namamu

[Dia] yang mengeluarkan benda-benda angkasa menurut jumlahnya, dan memanggil mereka menurut nama mereka. —Yesaya 40:26
Cantumkan Namamu
Dalam buku Love Letters from God, Glenys Nellist mengajak anak-anak untuk berinteraksi secara pribadi dengan Tuhan. Dalam buku itu terdapat sebuah catatan dari Tuhan dengan kolom kosong untuk mencantumkan nama anak di akhir setiap cerita Alkitab. Menerima kebenaran Alkitab sebagai milik pribadi seperti itu menolong anak-anak memahami bahwa Alkitab bukanlah sekadar buku cerita. Mereka belajar bahwa Tuhan ingin berhubungan secara pribadi dengan mereka dan Dia berbicara kepada anak-anak yang dikasihi-Nya melalui Kitab Suci.
Saya membeli buku itu untuk keponakan saya dan menuliskan namanya di setiap kolom yang ada. Ia sangat senang melihat namanya di sana dan berseru, “Tuhan juga sayang padaku!” Betapa bahagianya mengetahui bahwa Allah Pencipta mengasihi kita dengan kedalaman kasih yang sangat pribadi.
Ketika Allah berbicara kepada bangsa Israel melalui Nabi Yesaya, Dia mengarahkan pandangan mereka ke langit. Tuhan menegaskan bahwa Dia berkuasa atas “benda-benda angkasa” (Yes. 40:26) dan Dia menentukan nilai serta arah setiap bintang oleh kasih-Nya. Dia meyakinkan umat-Nya bahwa Dia tidak akan melupakan atau kehilangan satu bintang pun . . . dan juga setiap anak yang dibentuk-Nya untuk tujuan yang mulia dan dengan kasih yang tak berkesudahan.
Kita dapat mencantumkan nama kita sendiri di dalam janji Tuhan yang indah dan pernyataan kasih-Nya dalam Kitab Suci. Seperti seorang anak kecil, kita bisa berseru dengan yakin dan gembira, “Tuhan juga sayang padaku!” —Xochitl Dixon
WAWASAN
Salah satu bentuk penghormatan kepada Allah dalam Yesaya 40 adalah dengan penggunaan pertanyaan retoris—pertanyaan yang bukan untuk dijawab tetapi untuk memancing pemikiran orang pada maksud tertentu. Contohnya ada pada kitab Ayub, terutama pasal 38-41, ketika Allah mengajukan pertanyaan. Dalam Yesaya 40, setelah nubuat tentang penghiburan yang akan datang melalui kedatangan Tuhan (ay.1-5), keteguhan janji Allah (ay.6-8), serta kuasa dan belas kasih yang akan menyertai kedatangan-Nya (ay. 9-11), sejumlah pertanyaan mulai muncul pada ayat 12 hingga 28! Pertanyaan ini bertujuan untuk membantu orang percaya sepanjang masa merenungkan betapa kebesaran Allah yang Mahakasih tiada duanya. —Arthur Jackson
Bagaimana rasanya saat kamu mengetahui bahwa Allah mengasihimu dan mengetahui setiap kebutuhanmu? Ayat Alkitab apa yang dapat kamu hafalkan sebagai janji Tuhan yang sangat pribadi kepadamu?
Ya Allah, terima kasih karena Engkau menegaskan bahwa kasih-Mu adalah pemberian istimewa bagi kami masing-masing. Kami percaya Engkau mengenal nama kami dan mampu menjawab segala kebutuhan kami.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate