Pages - Menu

Sunday, November 17, 2019

Dosa yang Begitu Merintangi

Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita. —Ibrani 12:1
Dosa yang Begitu Merintangi
Para prajurit yang berperang di hutan yang panas dan gerah bertahun-tahun lalu menghadapi masalah pelik. Tiba-tiba saja ada tanaman merambat berduri tajam yang dapat menempel pada badan dan peralatan para prajurit, sehingga mereka terjerat olehnya. Saat berusaha melepaskan diri, semakin banyak sulur-suluran tumbuhan itu yang akan membelit mereka. Para prajurit menjuluki tumbuhan ini “tunggu sebentar” karena, sekali terjerat dan tidak bisa berjalan maju, mereka akan berteriak kepada anggota tim yang lain, “Hei, tunggu sebentar, aku terjerat!”
Hal yang sama juga berlaku bagi para pengikut Yesus. Mereka akan sulit untuk bergerak maju ketika mereka terjerat dosa. Ibrani 12:1 mendesak kita untuk “menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita” dan “berlomba dengan tekun.” Namun, bagaimana kita dapat menanggalkan dosa yang merintangi kita?
Yesuslah satu-satunya yang dapat melepaskan kita dari dosa yang menjerat hidup kita. Marilah belajar mengarahkan mata kita kepada-Nya, Juruselamat kita (12:2). Karena “dalam segala hal” Sang Anak Allah “disamakan” dengan manusia, Dia tahu bagaimana rasanya dicobai—tetapi tidak berdosa (2:17-18; 4:15). Jika berjuang sendiri, kita bisa terjerat dan dirintangi oleh dosa-dosa kita. Namun, Allah ingin kita menang atas pencobaan, bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kekuatan-Nya, supaya kita bisa “menanggalkan” dosa yang merintangi dan berlomba mengejar kebenaran-Nya (1 Kor. 10:13). —Cindy Hess Kasper
WAWASAN
Ibrani 2:18 memberi kita wawasan yang luar biasa tentang kehidupan Yesus: “Oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” Ketika merenungkan pencobaan Kristus, kita teringat saat Dia berada di padang gurun (lihat Matius 4; Markus 1; Lukas 4). Sewaktu Iblis mencobai Dia untuk mengalihkan-Nya dari misi-Nya, Yesus mengalahkan si penggoda dengan ayat Kitab Suci. Hal itu menunjukkan bahwa dengan mengenal Alkitab dan mengandalkan Allah, kita dapat berdiri teguh saat menghadapi pencobaan. Yesus merasakan daya tarik pencobaan sama seperti kita, karena itu Dia mampu menolong kita dalam kelemahan kita. —J.R. Hudberg
Dosa-dosa apa yang masih menjeratmu saat ini? Apa yang dapat kamu lakukan untuk memperoleh kelepasan dari pergumulan yang kamu alami?
Tuhan Yesus, berilah aku kuasa-Mu untuk menang atas dosa dalam hidupku. Mampukanlah aku mengandalkan kekuatan-Mu dan bukan kekuatanku sendiri, dan pimpinlah aku di jalan yang benar.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate