Pages - Menu

Friday, December 6, 2019

Hadiah dari Atas

Anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel. —Matius 1:23
Hadiah dari Atas
Konon, pada zaman dahulu, seorang pria bernama Nicholas (lahir tahun 270 M), mendengar tentang seorang ayah yang sangat miskin. Saking miskinnya, ia tidak bisa memberi makan ketiga anak perempuannya, apalagi menyisihkan dana untuk pernikahan mereka di masa mendatang. Dalam upayanya membantu sang ayah, tetapi tanpa ingin diketahui oleh siapa pun, Nicholas melempar sekantong emas melalui jendela yang terbuka, dan kantong itu mendarat di dalam kaus kaki atau sepatu yang sedang dikeringkan di depan perapian. Pria itu dikenal sebagai Santo Nicholas, yang kemudian menjadi inspirasi bagi tokoh Sinterklas.
Ketika saya mendengar cerita tentang hadiah yang datang dari atas itu, saya terpikir tentang Allah Bapa, yang karena kasih dan belas kasihan-Nya mengirimkan hadiah terbesar, yaitu Anak-Nya sendiri, melalui sebuah kelahiran yang ajaib. Menurut Injil Matius, Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa seorang anak dara akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang dinamai Imanuel, yang berarti “Allah menyertai kita” (1:23).
Hadiah dari Nicholas sangatlah indah, tetapi Yesus yang diberikan dari surga itu jauh lebih menakjubkan. Dia meninggalkan surga untuk menjadi manusia, mati dan bangkit kembali, dan Dialah Allah yang tinggal bersama kita. Dia membawa penghiburan saat kita sedih dan terluka; menyemangati saat kita putus asa; menyingkapkan kebenaran saat kita kehilangan arah dan tersesat.—Amy Boucher Pye
WAWASAN
Nas hari ini memperkenalkan kita kepada Yusuf, seorang tukang kayu di Nazaret sekaligus ayah tiri Yesus. Yusuf tidak banyak disinggung dalam Kitab Suci dan tidak pernah menjadi orang yang berbicara; namun kehidupannya berbicara banyak tentang kesetiaannya kepada Allah. Ia memperhatikan hukum dan ingin bertindak taat (Matius 1:19), namun ia menyeimbangkan kepentingan tersebut dengan belas kasih yang tulus terhadap Maria. Fokusnya pada ketaatan juga diseimbangkan dengan kepercayaan bahwa pesan yang telah ia terima dari malaikat adalah dari Allah—memberinya kekuatan untuk taat (ay.22-25). —Bill Crowder
Bagaimana kamu dapat meneruskan anugerah Yesus kepada sesamamu hari ini? Bagaimana kehadiran-Nya memimpinmu untuk rela berbagi waktu, hikmat, dan kasih kepada orang lain?
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah datang dari Bapa untuk lahir dalam keadaan yang sederhana. Kiranya aku tidak pernah menyia-nyiakan kehadiran-Mu dalam hidupku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate