Pages - Menu

Tuesday, December 24, 2019

Tamu Malam Natal

Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera. —Lukas 2:29
Tamu Malam Natal
Di Malam Natal tahun 1944, seorang pria tua yang dijuluki “Brinker” terbaring dalam kondisi sekarat di rumah sakit penjara. Ia menunggu dimulainya kebaktian Natal yang dipimpin oleh sesama tahanan di sana. “Kapan musiknya main?” tanyanya kepada William McDougall, sesama tahanan di penjara Muntok, Sumatra. “Sebentar lagi,” jawab McDougall. Pria yang sekarat itu pun membalas, “Bagus. Aku akan bisa membandingkannya nanti dengan nyanyian para malaikat.”
Walaupun pernah meninggalkan imannya, di akhir hidupnya Brinker mau mengakui dosa-dosanya dan berdamai dengan Allah. Sebelumnya ia selalu berwajah masam, tetapi setelah bertobat, ia suka tersenyum kepada orang-orang. “Perubahan hidup yang luar biasa,” kata McDougall.
Brinker meninggal dengan damai malam itu, setelah mendengarkan paduan suara tahanan menyanyikan lagu permintaannya, “Malam Kudus.” Dengan kesadaran bahwa Brinker sudah kembali percaya kepada Yesus dan dipersatukan dengan Allah di surga, McDougall berkata, “Mungkin kematian adalah tamu yang sangat dinantikan oleh Brinker.”
Cara Brinker menantikan kematiannya mengingatkan saya kepada Simeon, orang saleh yang telah menerima pernyataan Roh Kudus, yaitu bahwa “ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias” (Luk. 2:26). Ketika melihat Yesus di Bait Allah, Simeon berkata, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu” (Luk. 2:29-30). Seperti Brinker, hadiah Natal terbaik yang bisa kita terima atau bagikan adalah iman yang menyelamatkan di dalam Yesus Kristus.—Amy Boucher Pye
WAWASAN
Simeon (bahasa Yunani, yang berarti Simon) adalah nama yang umum dijumpai di kalangan orang Yahudi dan berarti “mendengarkan” atau “ia telah mendengar.” Ada sebelas orang dengan nama itu yang disebut dalam Perjanjian Baru (Matius 4:18; 10:4; 13:55; 26:6; 27:32; Lukas 2:25; Lukas 7:40; Yohanes 6:71; Kisah Para Rasul 8:9; 9:43; 13:1).
Tak ada lagi yang diketahui tentang Simeon dalam Lukas 2 selain apa yang ditulis dalam bacaan tersebut. Simeon, Zakharia dan Elisabet istrinya (orangtua Yohanes Pembaptis; Lukas 1:5-7), dan Hana (seorang nabi perempuan; 2:36) adalah beberapa dari sedikit orang Yahudi yang benar dan saleh, yang masih “menantikan penghiburan bagi Israel” (ay.25). Lukas mengatakan bahwa “Roh Kudus ada di atas [Simeon]” (ay.25), sebuah penggambaran yang dipakai untuk para nabi Perjanjian Lama yang berbicara bagi Allah (Bilangan 11:25; 1 Samuel 10:6,10; 19:20,23). Karena Hana adalah seorang nabiah dan sedang berada di bait suci “pada ketika itu juga” (Luke 2:36-38), para sarjana percaya bahwa Simeon juga seorang nabi. —K.T. Sim
Mengapa McDougall melihat kematian sebagai tamu yang dinanti-nantikan oleh Brinker? Bagaimana Yesus membawa kegembiraan dan perubahan dalam dirimu?
Ya Yesus, terima kasih karena Engkau telah membawa kedamaian melalui kematian dan kebangkitan-Mu. Tolonglah aku agar mampu membagikan anugerah keselamatan-Mu kepada seseorang yang kukenal atau kutemui.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate