Pages - Menu

Tuesday, January 21, 2020

Ke Mana Kamu Menuju?

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu!” —2 Samuel 12:7
Ke Mana Kamu Menuju?
Di wilayah utara Thailand, tim sepak bola junior bernama “Wild Boars” memutuskan pergi menjelajahi sebuah gua bersama-sama. Mereka berniat pulang setelah menjelajah selama satu jam, tetapi menemukan bahwa mulut gua sudah terendam air. Hari demi hari, air yang masuk ke gua semakin tinggi sehingga mereka terpaksa masuk lebih jauh lagi, sampai akhirnya mereka terjebak sejauh 4 km di dalam gua. Ketika akhirnya mereka berhasil diselamatkan dua minggu kemudian, banyak orang bertanya-tanya bagaimana mereka bisa terjebak sedalam itu. Jawabannya: selangkah demi selangkah.
Di Israel, Nabi Natan menegur Daud karena telah membunuh Uria, prajuritnya yang setia. Bagaimana mungkin seseorang “yang berkenan di hati [Allah]” (1 Sam. 13:14) melakukan pembunuhan? Jawabannya: selangkah demi selangkah. Daud tidak melakukan kejahatan dalam tempo satu malam. Ia memelihara bibit dosa tersebut dan mengembangkannya sekian lama, dari satu keputusan buruk kepada keputusan-keputusan buruk berikutnya. Kejahatan itu bermula dari tatapan panjang yang berlanjut menjadi hawa nafsu. Kemudian Daud menyalahgunakan kekuasaannya sebagai raja dengan menghampiri Batsyeba, lalu berusaha menutupi kehamilan perempuan itu dengan memanggil suaminya pulang dari medan perang. Ketika Uria menolak menghampiri istrinya sementara rekan-rekannya masih bertempur, Daud memutuskan bahwa Uria harus mati.
Kita mungkin tidak melakukan dosa pembunuhan atau terjebak di dalam gua karena kesalahan kita sendiri, tetapi sesungguhnya kita selalu berada dalam pergerakan—entah menuju Yesus atau justru menuju masalah. Masalah tidak membesar dalam satu malam, melainkan berkembang secara perlahan, selangkah demi selangkah.—Mike Wittmer
WAWASAN
Daud melakukan perzinaan dan pembunuhan (2 Samuel 11) dan berasumsi bahwa, sebagai raja, ia tidak dapat dipersalahkan oleh siapa pun. Satu tahun kemudian, Allah mengirim nabi Natan untuk menegur dosanya (pasal 12). Setelah mengakui dosa-dosanya dan bertobat, Daud menulis Mazmur 51, dan banyak yang percaya bahwa konteks ini berlaku pula untuk Mazmur 32. Meskipun diampuni, Daud tetap harus menghadapi konsekuensi dosa-dosanya. Anak yang dikandungnya dengan Batsyeba mati (2 Samuel 12:13-18). Dan seperti Uria yang dibunuh oleh pedang (ay.9-10), tiga anak Daud yang lain—Amnon (13:28-29), Absalom (18:14-15), dan Adonia (1 Raja-Raja 2:23-25)—mati juga oleh pedang. —K. T. Sim
Keputusan apa yang dapat kamu ambil saat ini untuk membawamu mendekat kepada Yesus dan menjauhi masalah? Apa yang harus kamu lakukan untuk meneguhkan keputusan tersebut?
Tuhan Yesus, aku berlari kepada-Mu!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate