Pages - Menu

Sunday, January 19, 2020

Ketika Allah Campur Tangan

Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku! —Mazmur 105:15
Ketika Allah Campur Tangan
Dalam puisi berjudul “This Child is Beloved”, Omawumi Efueye bercerita tentang upaya kedua orang tuanya menggugurkan dirinya ketika ia masih berada dalam kandungan. Setelah serangkaian peristiwa luar biasa membuat upaya itu gagal, kedua orangtuanya pun memutuskan menerima kehadiran si bayi. Kesadaran Omawumi akan pemeliharaan Allah atas hidupnya memotivasi dirinya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu dan meninggalkan karirnya yang cemerlang. Saat ini, Omawumi melayani dengan setia sebagai gembala di sebuah gereja di London.
Seperti Omawumi, bangsa Israel juga mengalami campur tangan Allah pada masa-masa kritis dalam sejarah mereka. Raja Balak dari Moab melihat bangsa Israel dalam perjalanan di padang gurun dan gentar melihat besarnya jumlah mereka. Ia pun meminta Bileam untuk mengutuk bangsa Israel (Bil. 22:2-6).
Namun, sejumlah peristiwa ajaib terjadi. Setiap kali Bileam membuka mulutnya untuk mengutuk, yang keluar justru kata-kata berkat. “Aku disuruh memberkati; dan bila Allah memberkati, tak dapat kutarik kembali,” katanya. “Pada Yakub tidak terlihat kejahatan; pada Israel tak tampak kesukaran. Tuhan, Allah mereka, menyertai mereka. . . . Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir” (Bil. 23:20-22 BIS). Allah meluputkan bangsa Israel dari peperangan yang tidak mereka ketahui sedang terjadi!
Entah kita menyadarinya atau tidak, sampai sekarang pun Allah tetap melindungi umat-Nya. Marilah kita menyembah dengan penuh rasa syukur dan kekaguman kepada Dia yang selalu memberkati kita. —Remi Oyedele
WAWASAN
Bileam adalah nabi upahan (Bilangan 22:7; Ulangan 23:4; Yosua 13:22)—sebuah dosa yang tetap populer sampai masa kini. Petrus memperingatkan tentang guru-guru palsu yang “mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat” (2 Petrus 2:15-16). Yudas juga memperingatkan tentang orang-orang durhaka yang memanfaatkan posisi mereka dan menyalahgunakan karunia mereka demi uang (Yudas 1:11). Demikian pula Yohanes memperingatkan tentang pemimpin-pemimpin serakah, yang seperti Bileam, menggoda orang banyak untuk melakukan perzinaan rohani dan perzinaan seksual (Wahyu 2:14). —K. T. Sim
Seberapa sering kamu berhenti sejenak dari kesibukan dan merenungkan perlindungan Allah bagi hidupmu setiap hari? Apa artinya ketika kamu tahu bahwa Dia telah meluputkanmu dari bahaya yang tidak kamu sadari?
Bapa di surga, ampunilah kami yang sering memandang remeh kasih dan perlindungan-Mu. Berikanlah kami mata untuk dapat melihat banyaknya berkat-Mu dalam hidup kami.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate