Pages - Menu

Tuesday, January 7, 2020

Kiriman Rahasia

Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. —Matius 6:3
Kiriman Rahasia
Sebuah vas dari kaca bening berisi beragam jenis bunga menyambut Kim di pintu depan rumahnya. Selama tujuh bulan terakhir, ada saudara seiman tanpa nama yang mengirimi Kim karangan-karangan bunga indah dari sebuah toko bunga lokal. Setiap bulan, hadiah karangan bunga itu datang disertai secarik kartu berisi kata-kata penyemangat dari ayat Alkitab dan ditutup dengan: “Dalam kasih, Yesus.”
Kim membagikan foto kiriman rahasia ini di Facebook. Karangan bunga itu memberikan kesempatan bagi Kim untuk mensyukuri kebaikan seseorang dan mengakui cara Allah mengungkapkan kasih kepadanya melalui umat-Nya. Sembari Kim mempercayai Allah di tengah pergulatan melawan penyakit mematikan, setiap bunga mekar dan pesan yang menyertainya telah meneguhkan belas kasihan Allah kepadanya.
Kiriman tanpa nama itu mencerminkan maksud hati yang dikehendaki Yesus atas umat-Nya ketika memberi. Dia memperingatkan kita agar tidak melakukan kewajiban agama “supaya dilihat” orang (Mat. 6:1). Perbuatan baik dimaksudkan untuk menjadi ungkapan penyembahan yang meluap dari hati yang dipenuhi rasa syukur atas semua yang telah diperbuat Allah bagi kita. Sikap menonjolkan kemurahan hati kita dengan harapan atau keinginan agar dihormati sesungguhnya dapat mengalihkan fokus seseorang dari Sang Pemberi segala hal yang baik—Yesus.
Allah tahu ketika kita memberi dengan maksud baik (ay.4). Dia hanya ingin kemurahan hati kita dimotivasi oleh kasih dengan memberikan kemuliaan, kehormatan, dan pujian kepada-Nya.—Xochitl Dixon
WAWASAN
Matius 6 adalah bagian dari Khotbah di Bukit Kristus yang terkenal (Matius 5:3-7:27). Dalam pasal ini, Dia menekankan tiga hal yang harus dilakukan secara tersembunyi oleh orang-orang percaya: memberi (ay.1-4), berdoa (ay.5-15), dan berpuasa (ay.16-18). Dalam menjelaskan masing-masing perilaku ini, Yesus memulai dengan sebuah larangan, memberikan perintah, dan mengakhirinya dengan sebuah janji: “Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (ay.4,6,18). Sebaliknya, orang-orang munafik memperlihatkan tindakan-tindakan mereka “supaya mereka dipuji orang” (ay.2). Kata munafik (hypocrite) berasal dari kata Yunani hypokrites dan merujuk kepada para aktor dalam suatu pertunjukan. Kata ini menyiratkan tidak adanya ketulusan. Yesus sedang menekankan pentingnya motivasi di balik tindakan-tindakan kita. —Julie Schwab
Bagaimana kamu dapat mengarahkan fokus kepada Yesus dengan cara memberikan dukungan rahasia kepada seseorang minggu ini? Bagaimana kamu dapat memberi pengakuan kepada Allah sambil tetap menerima apresiasi atas perbuatanmu?
Tuhan Yesus, terima kasih karena telah mengingatkan kami bahwa memberi kepada orang lain merupakan hak istimewa dan cara yang indah untuk mengucap syukur kepada-Mu atas segala pemberian-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate