Pages - Menu

Saturday, January 11, 2020

Raja Satu-Satunya

[Mereka] sujud menyembah Dia. —Matius 2:11
Raja Satu-Satunya
Eldon kecil yang berusia lima tahun sedang mendengarkan pendeta bercerita tentang Yesus yang meninggalkan surga untuk turun ke dunia. Ia sempat tersentak ketika dalam doanya sang pendeta mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena sudah rela mati demi dosa-dosa kita. “Oh tidak! Dia mati?” seru bocah itu kaget.
Sejak awal hidup Kristus di dunia, ada saja orang yang menginginkan kematian-Nya. Orang-orang Majus yang datang ke Yerusalem pada masa pemerintahan Raja Herodes bertanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat. 2:2). Ketika raja mendengar hal itu, takutlah ia membayangkan kelak harus menyerahkan kedudukannya kepada Yesus. Ia pun mengirim tentara untuk membunuh semua bocah laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di sekitar Betlehem. Namun, Allah melindungi Anak-Nya dan mengirim malaikat untuk memperingatkan orangtua-Nya agar segera meninggalkan daerah itu. Mereka melarikan diri, dan Yesus pun selamat (ay.13-18).
Ketika Yesus menuntaskan pelayanan-Nya di dunia, Dia disalib untuk menghapus dosa-dosa dunia. Tulisan yang terpasang di atas salib-Nya, meski dimaksudkan sebagai ejekan, berbunyi, “Inilah Yesus Raja orang Yahudi” (27:37). Namun, tiga hari kemudian, Dia bangkit dalam kemenangan atas kematian. Setelah naik ke surga, Dia duduk di takhta-Nya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan (Flp. 2:8-11).
Sang Raja mati untuk menebus kita dari dosa—dosa kamu, dosa saya, dan juga dosa Eldon. Izinkanlah Dia memerintah di dalam hati kita.—Anne Cetas
WAWASAN
Herodes rupanya mengetahui bahwa nubuat-nubuat mengenai Mesias adalah benar adanya. Karena itu ia meminta “semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi” untuk memberitahunya di mana Sang Mesias akan lahir (Matius 2:4-6). Meskipun ia sudah mengetahui apa yang diajarkan oleh Kitab Suci, Herodes mencoba menggagalkan nubuat tersebut dengan membunuh para bayi laki-laki di Betlehem. —Tim Gustafson
Apa artinya bagimu memiliki Yesus sebagai Raja? Adakah bagian dalam hidupmu yang belum diperintah oleh-Nya?
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah rela mati untuk menebus kami dan mengaruniakan pengampunan dosa. Ajar kami tunduk pada kekuasaan-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate