Pages - Menu

Monday, January 13, 2020

Setiap Orang Butuh Belas Kasihan

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. —Matius 9:36
Setiap Orang Butuh Belas Kasihan
Ketika Jeff baru lulus kuliah, ia sempat bekerja di sebuah perusahaan minyak ternama. Saat itu ia juga baru mengenal Kristus sebagai Juruselamatnya. Sebagai tenaga pemasaran, ia sering bepergian, dan dalam perjalanannya ia banyak mendengar kisah orang-orang yang sangat memilukan. Ia pun menyadari bahwa yang paling dibutuhkan oleh para pelanggannya bukanlah minyak, melainkan belas kasihan. Mereka membutuhkan Tuhan. Jeff terdorong untuk menempuh sekolah teologi agar bisa lebih memahami hati Allah dan kemudian ia pun terpanggil menjadi pendeta.
Belas kasihan Jeff berasal dari hati Yesus. Di Matius 9:27-33 kita melihat belas kasihan Kristus dalam tindakan-Nya menyembuhkan dua orang buta dan seseorang yang kerasukan setan. Sepanjang pelayanannya di dunia, Yesus berkeliling “ke semua kota dan desa” untuk mengajar dan menyembuhkan orang sakit (ay.35). Mengapa? “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (ay.36).
Dunia masa kini masih dipenuhi orang-orang yang bermasalah dan terluka yang membutuhkan perhatian Juruselamat yang penuh kasih. Seperti gembala yang membimbing, melindungi, dan merawat domba-dombanya, belas kasihan Yesus menjangkau semua orang yang datang kepada-Nya (11:28). Apa pun persoalan hidup yang sedang kita alami, di dalam Dia kita menemukan hati yang berlimpah belas kasihan dan kebaikan. Lalu, setelah menerima belas kasihan Allah, kita pasti ingin meneruskannya kepada orang lain.—Alyson Kieda
WAWASAN
Kedaulatan Allah digambarkan sebanyak tiga kali dalam Matius 9:37-38. Pertama, Allah adalah Tuan atas tuaian. Artinya, Dialah yang memiliki ladang dan mengawasinya, dan hasil tuaian akan diberikan kepada-Nya. Selain itu, Dia juga mempekerjakan dan mengirim para pekerja. Para pekerja melakukan pekerjaannya, tetapi mereka tidak pergi atas inisiatif sendiri—sang Tuan atas tuaian yang mengutus mereka. Yang terakhir, ladang tersebut adalah milik-Nya. Ladang milik-Nya, para pekerja dikirim-Nya, dan hasil tuaian diberikan kepada-Nya. —J. R. Hudberg
Kapan kamu pernah merasakan perhatian Allah yang penuh kasih? Siapakah yang dapat kamu jangkau dengan belas kasihan Allah?
Bapa di surga, kami sangat bersyukur karena Engkau berbelas kasihan kepada kami! Tanpa-Mu kami pasti terhilang. Tolonglah kami menjangkau sesama kami dengan meneruskan belas kasih-Mu yang melimpah.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate