Pages - Menu

Wednesday, January 1, 2020

Tergerak untuk Berdoa

Selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. —2 Timotius 1:3
Tergerak untuk Berdoa
“Beberapa tahun lalu, aku tergerak untuk tekun mendoakanmu, walaupun aku sendiri tidak mengerti alasannya.” Itulah bunyi pesan singkat dari seorang teman lama yang dikirimnya bersama foto yang menampilkan catatan kecil dalam Alkitabnya: “Berdoalah untuk James agar pikiran, hati, dan kata-katanya dikuduskan Tuhan.” Di samping nama saya, ia menuliskan tiga angka tahun yang berbeda.
Saya pandangi tahun-tahun yang tertulis pada kertas itu dan sangat terperanjat. Saya membalas pesannya dan bertanya mulai bulan apa ia mendoakan saya. Ia menjawab, “Sekitar bulan Juli.” Di bulan itu, saya sedang bersiap pergi melanjutkan studi ke luar negeri. Saya akan menghadapi budaya dan bahasa yang asing, serta tantangan iman yang belum pernah saya alami sebelumnya. Melihat catatan teman saya, sadarlah saya bahwa saya telah menerima pemberian yang sangat berharga, yaitu doa yang tulus dari seseorang.
Kebaikan teman saya mengingatkan saya pada “gerakan” lain untuk berdoa, yaitu perintah Rasul Paulus kepada Timotius, rekan sepelayanannya yang masih muda: “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Tim. 2:1). Ungkapan “pertama-tama” menunjukkan prioritas utama. Paulus menjelaskan bahwa doa kita sangat berarti karena Allah “menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” tentang Yesus (ay.4).
Allah bekerja melalui beragam bentuk doa yang setia dinaikkan umat-Nya untuk menyemangati orang lain, dan Dia juga menarik mereka mendekat kepada-Nya. Mungkin kita tidak tahu keadaan seseorang ketika kita diingatkan untuk mendoakannya, tetapi Allah tahu. Dia akan bertindak dan menolongnya ketika kita berdoa.—James Banks
WAWASAN
Salah satu cara berdoa untuk semua orang adalah dengan berdoa untuk para penguasa (1 Timotius 2:1-2). Dampak doa seperti ini adalah “semua orang” dapat “hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan” di bawah kepemimpinan orang-orang yang serius mengemban tanggung jawabnya. Perhatikan dua pasang gagasan yang diajukan Paulus sebagai tujuan dari doa-doa yang seperti ini. Pasangan gagasan yang pertama, “tenang dan tenteram,” merujuk kepada fokus ganda dari keteduhan. Vincent’s Word Studies mengatakan bahwa “tenang” berarti tidak adanya gangguan dari luar, sementara “tenteram” merujuk kepada “kedamaian yang berasal dari dalam.” Pasangan gagasan yang kedua, “kesalehan dan kehormatan,” memberi petunjuk mengenai cara melaksanakan iman kita. “Kesalehan” merujuk kepada hidup yang berasal dari kepercayaan yang benar kepada Allah, sementara “kehormatan” berarti perilaku yang penuh hormat. Berdoa “untuk semua pembesar” (ay.2) merupakan hal yang sulit bagi Timotius karena kekacauan politik dan sentimen anti-kekristenan yang umum ada di Kekaisaran Romawi pada saat itu. —Bill Crowder
Siapa yang kamu ingat sedang membutuhkan doamu di tahun baru ini? Bagaimana caramu untuk mengingatkan dirimu agar lebih sering berdoa bagi mereka?
Allah yang Mahakasih, tolonglah aku agar tekun berdoa dan membawa pengaruh yang berarti dalam hidup orang lain melalui doaku untuk mereka.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate