Pages - Menu

Saturday, February 15, 2020

Tikus yang Mengaum

Roh yang ada di dalam [kita], lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.—1 Yohanes 4:4
Tikus yang Mengaum
Beberapa tahun lalu, saya berkemah bersama anak-anak lelaki saya selama beberapa hari di kawasan hutan Selway-Bitterroot di Idaho Utara, AS. Daerah ini merupakan habitat beruang cokelat, tetapi kami membawa semprotan pengusir beruang dan menjaga area perkemahan kami bersih, sehingga merasa cukup aman dari kemungkinan didatangi oleh beruang.
Suatu malam, saya mendengar Randy berusaha keluar dari kantong tidurnya. Saya buru-buru meraih dan menyalakan senter, sambil mengira akan melihat Randy dalam cengkeraman seekor beruang buas.
Namun, yang saya lihat adalah seekor tikus sawah berukuran sekitar 10 sentimeter duduk bertumpu dengan dua kaki belakang dan melambai-lambaikan kedua kaki depannya di udara. Tikus itu sedang menggondol topi milik Randy dengan giginya. Rupanya makhluk kecil itu menarik-narik topi Randy sampai terlepas dari kepalanya. Ketika saya tertawa, si tikus langsung menjatuhkan topi itu dan kabur. Kami merangkak kembali ke dalam kantong tidur masing-masing. Namun, karena terbangun mendadak, saya sulit tidur lagi dan justru berpikir tentang pemangsa yang lain—yaitu si Iblis.
Pikirkanlah godaan Iblis terhadap Yesus (Mat. 4:1-11). Yesus melawan bujuk rayu Iblis dengan ayat-ayat dari Kitab Suci. Setiap jawaban Yesus mengingatkan diri-Nya sendiri bahwa Allah telah berfirman tentang masalah yang dikemukakan Iblis dan karena itu Dia akan tetap taat. Itulah yang menyebabkan Iblis lari.
Meskipun Iblis ingin menerkam kita, ingatlah bahwa ia adalah makhluk ciptaan, sama seperti si tikus kecil. Yohanes berkata, “Roh yang ada di dalam [kita], lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1Yoh. 4:4).—David H. Roper
WAWASAN
Sejumlah pakar Alkitab percaya bahwa Yesaya 14:12-15 dan Yehezkiel 28:11-19 menceritakan bagaimana Lucifer menjadi Iblis (berarti “musuh”) dan dibuang dari surga karena pemberontakannya terhadap Allah dan keinginannya untuk menjadi Allah. Menyinggung hal ini, Yesus berkata, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Lukas 10:18). Iblis disebut “penguasa dunia ini” sebanyak tiga kali (Yohanes 12:31; 14:30; 16:11). Dalam pencobaan Yesus yang ketiga, Iblis—menyatakan bahwa dirinya menguasai dunia—menawarkan kepada Yesus “semua kerajaan dunia” jika Dia menyembahnya (Matius 4:8-10). Meskipun ia kuat, Iblis adalah musuh yang telah dikalahkan (Kejadian 3:15; Yohanes 12:31; 16:11; Kolose 2:15; Ibrani 2:14; 1 Yohanes 3:8; Wahyu 20:7-10), dan tidak memiliki kekuatan selain yang diizinkan oleh Allah (Ayub 1:12; 2:6; Lukas 22:31-32).—K. T. Sim
Hal apa saja yang paling menggodamu? Apa yang Allah katakan tentang hal-hal tersebut dan bagaimana kamu dapat memakai firman-Nya saat kamu dicobai?
Ya Allah, aku bersyukur Engkau lebih besar dan kuat daripada godaan apa pun yang mendatangiku. Tunjukkanlah kepadaku jalan keluarnya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate