Pages - Menu

Monday, March 16, 2020

Keterampilan Luar Biasa

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. —Mazmur 139:14
Keterampilan Luar Biasa
Pemimpin kelompok paduan suara di kampus kami dapat mengarahkan sekaligus mengiringi nyanyian kami dengan permainan piano. Ia sangat piawai menyeimbangkan kedua tanggung jawab itu. Di akhir suatu konser, ia terlihat sangat lelah, maka saya pun bertanya kepadanya apakah semua baik-baik saja. Ia menjawab, “Aku belum pernah melakukan hal ini sebelumnya.” Lalu ia menjelaskan, “Nada piano yang kumainkan tadi begitu sumbang sampai-sampai di sepanjang konser aku harus memainkan dua kunci berbeda dengan masing-masing tanganku!” Saya sangat terkejut melihat keterampilannya yang luar biasa itu, sekaligus kagum kepada Tuhan yang menciptakan manusia yang mampu melakukan hal-hal tersebut.
Raja Daud mengungkapkan kekaguman yang lebih besar lagi ketika ia menulis, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya” (Mzm. 139:14). Baik menyaksikan kepiawaian manusia atau melihat keajaiban alam, kedahsyatan dan keajaiban karya ciptaan membawa kita menyadari keagungan Pencipta kita.
Suatu hari kelak, ketika kita berada di hadirat Allah, orang-orang dari setiap generasi akan menyembah Dia dengan berkata, ”Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan” (Why. 4:11). Keterampilan luar biasa yang diberikan Allah kepada kita dan alam indah yang telah diciptakan-Nya sudah cukup untuk mendorong kita menyembah Dia.—Bill Crowder
WAWASAN
Dalam Mazmur 139, sang penulis, Raja Daud, menjelaskan dua dari karakteristik dasar Allah: kemahaadaan-Nya—Allah yang ada di segala tempat dalam segala waktu (ay.1-6) dan kemahatahuan-Nya—pengetahuan Allah akan segala hal (ay.7-18). Sang penulis menjelaskan bahwa ia tidak bisa pergi ke luar hadirat Allah: “Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku” (ay.9-10). Namun, kemudian ada perkataan yang menarik dalam ayat 13: sang penulis menghubungkan kehadiran Allah yang terus-menerus dengan penciptaan dirinya oleh Allah. Allah juga hadir dalam rahim seorang ibu dan akan terus bersama kita ke mana saja kita pergi. —J. R. Hudberg
Bagian mana dari karya ciptaan Allah yang membuat kamu senang menyembah-Nya? Mengapa penting bersyukur dan memuji Allah untuk keterampilan yang Dia berikan kepada kamu?
Betapa hebatnya Engkau, ya Allah! Aku melihat sentuhan tangan-Mu di mana-mana. Terima kasih untuk semua yang telah Kaubuat.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate