Pages - Menu

Thursday, March 26, 2020

Melihat Keselamatan

Semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. —Lukas 3:6
Melihat Keselamatan
Di usia lima puluh tiga tahun, Sonia sama sekali tidak pernah terpikir akan meninggalkan usahanya dan negaranya, lalu bergabung dengan sekelompok orang yang mencari suaka ke negara lain. Setelah keponakan laki-lakinya dibunuh oleh komplotan perusuh dan mereka juga memaksa anak laki-lakinya yang berusia 17 tahun untuk masuk dalam komplotan mereka, Sonia merasa bahwa melarikan diri menjadi satu-satunya pilihan. “Saya berdoa kepada Allah . . . apa pun akan saya lakukan,” Sonia menjelaskan, “asalkan kami berdua tidak mati kelaparan. . . . Saya lebih senang melihat anak saya menderita di sini daripada hidupnya berakhir di selokan atau di dalam karung.“
Adakah ayat Alkitab yang cocok untuk Sonia dan putranya—atau untuk banyak orang yang mengalami ketidakadilan dan kehancuran hidup? Ketika Yohanes Pembaptis memberitakan kedatangan Yesus, ia juga mengumandangkan kabar gembira untuk Sonia, untuk kita semua, dan untuk dunia ini. Ia berseru, “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan“ (Luk. 3:4). Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa ketika Yesus datang, Allah akan mengadakan penyelamatan besar yang dahsyat dan menyeluruh. Istilah Alkitab untuk karya Allah tersebut adalah keselamatan.
Keselamatan mencakup pemulihan hati kita yang berdosa dan—satu hari nanti—pemulihan dunia dari segala kejahatan. Karya Allah yang mengubahkan berlaku untuk setiap kisah dan tatanan hidup manusia, serta tersedia bagi siapa saja. “Semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan,” kata Yohanes (Luk. 3:6).
Apa pun kejahatan yang sedang kita hadapi, salib dan kebangkitan Kristus meyakinkan kita bahwa kita akan melihat keselamatan dari Allah. Bahkan, suatu hari nanti kita akan mengalami pembebasan puncak-Nya.—Winn Collier
WAWASAN
Lukas, penulis kitab Injil ketiga, memiliki rekam jejak yang mengagumkan. Reputasinya termasuk teolog, tabib (Kolose 4:14), peneliti, dan sejarawan. Perhatiannya pada hal-hal yang terperinci dalam sejarah muncul di awal kitab tersebut (lihat Lukas 1:3-5; 2:1-2). Pola ini berlanjut di Lukas 3:1-2, ketika secara singkat ia menuliskan tentang orang-orang yang berkuasa dalam dunia sekuler dan dunia keagamaan pada saat pelayanan Yohanes Pembaptis berlangsung. Kaisar Roma Tiberius (berkuasa pada 14–37 M) menguasai seluruh kerajaan Romawi. Pontius Pilatus (memegang jabatan pada 26–36 M) adalah wali negeri Yudea. Tiga orang (Herodes [Antipas], Filipus, dan Lisanias) disebutkan sebagai raja wilayah (tetrarch). Secara harfiah, kata tetrarch berarti “penguasa atas seperempat wilayah,” tetapi sebenarnya kata ini dipakai untuk menyebutkan “penguasa tingkat rendah.” Para penguasa ini memerintah wilayah tertentu saja. Para pemimpin agama—Hanas dan Kayafas—juga disebutkan (ay.2). Meskipun Kayafas yang sesungguhnya memegang jabatan Imam Besar, ia berbagi kuasa jabatan itu dengan Hanas. —Arthur Jackson
Dalam bagian apa kamu perlu melihat keselamatan dari Allah atas hidup kamu? Bagaimana cara Allah memanggil kamu untuk menjadi bagian dari karya-Nya yang mengubahkan dunia?
Ya Allah, Engkau berjanji semua orang akan melihat keselamatan dari-Mu. Aku memegang janji-Mu, maka tunjukkanlah kepadaku keselamatan dan pemulihan yang Engkau kerjakan itu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate