Pages - Menu

Thursday, April 23, 2020

Angsa yang Memilukan

Bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.—Pengkhotbah 4:12
Angsa yang Memilukan
Mengapa ada bola di lapangan parkir? tanya saya dalam hati. Namun, setelah lebih dekat, saya baru menyadari bahwa benda keabu-abuan itu bukanlah bola melainkan seekor angsa Kanada berkepala hitam yang keadaannya sangat memilukan.
Pada musim semi dan gugur, kawanan angsa suka berkumpul di lapangan dekat tempat kerja saya. Namun, hari ini hanya ada seekor, dengan leher yang melengkung dan kepala yang diselipkan di balik sayap. Mana teman-temanmu? pikir saya. Angsa yang malang itu sendirian. Ia terlihat begitu kesepian, sehingga saya ingin sekali memeluknya. (Catatan: jangan coba-coba).
Jarang sekali saya melihat seekor angsa yang betul-betul sendirian seperti sobat berbulu yang satu ini. Pada dasarnya angsa adalah hewan yang hidup berkelompok dan suka terbang bersama-sama dalam formasi huruf V untuk melawan tiupan angin. Angsa memang diciptakan untuk hidup bersama-sama.
Sebagai manusia, kita juga diciptakan untuk hidup berkomunitas (lihat Kej. 2:18). Salomo menggambarkan betapa rentannya kita saat sendirian: “Sungguh malang bagi orang yang jatuh tanpa ada orang lain untuk membangunkannya” (Pkh. 4:10 FAYH). Kehadiran seorang teman membawa kekuatan, tambahnya, karena “bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan” (ay.12).
Itu benar secara rohani maupun jasmani. Allah tidak pernah memaksudkan kita “terbang” sendirian, terkucil tanpa teman. Hubungan dengan sesama dibutuhkan agar kita dikuatkan, disegarkan, dan bertumbuh (lihat juga 1 Kor. 12:21).
Bersama, kita dapat berdiri teguh melawan tiupan angin hidup yang keras. Bersama. —Adam Holz
WAWASAN
Penulis kitab Pengkhotbah menggunakan berbagai ilustrasi praktis untuk menunjukkan pentingnya persahabatan. Melihat Pengkhotbah 4:9, kita belajar bahwa berdua akan “menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.” Ayat ini merujuk kembali pada ayat 8 yang menjelaskan betapa tidak berarti dan menyedihkan berjerih lelah untuk diri sendiri. Berdua tidak hanya menghasilkan upah yang baik, tapi juga mereka dapat saling menolong dalam berbagai cara. Pada ilustrasi tentang satu orang yang terjatuh, banyak komentator percaya bahwa ini merupakan gambaran kejatuhan yang serius (ay.10). Pada masa itu, orang biasa menggali lubang dan kemudian menutupnya untuk menjebak binatang. Jatuh ke dalamnya dapat menyebabkan cedera dan berada di dalamnya terus sendirian dapat menyebabkan kematian. Terlebih lagi, situasi jalan di kawasan Timur Dekat pada masa itu berbahaya, sehingga dua orang lebih baik dalam menghadapi perompak dan serangan-serangan lain. Kesimpulan penulis bahwa “tali tiga lembar tak mudah diputuskan” (ay.12) menekankan pentingnya memiliki teman atau sahabat.—Julie Schwab
Keadaan seperti apa yang menggoda kamu untuk menghadapinya sendirian? Adakah seseorang yang kamu pikir sedang memerlukan penguatan dari kamu?
Ya Allah, ingatkan kami bahwa Engkau memaksudkan kami untuk terbang bersama saudara-saudara dalam Kristus, bukan sendirian. Tolong kami melihat dan menolong seseorang yang butuh dikuatkan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate