Pages - Menu

Friday, May 29, 2020

Pencipta Bulan

Demikianlah firman Tuhan: . . . Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. —Yeremia 31:33

Pencipta Bulan

Setelah para astronaut mendaratkan pesawat ulang alik Eagle di Laut Tranquility, Neil Amstrong berkata, “Satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia.” Ia orang pertama yang berjalan di permukaan bulan. Para penjelajah ruang angkasa lain pun menyusul, termasuk Gene Cernan, komandan misi Apollo terakhir. “Di situlah saya, dan di sanalah engkau, Bumi—begitu hidup dan tak terkatakan, dan saya merasa . . . tidak mungkin ini terjadi secara kebetulan,” kata Cernan, “Pasti ada kekuatan yang lebih besar daripada engkau, dan lebih besar daripada aku.” Bahkan dari sudut pandang mereka yang unik di ruang angkasa, mereka menyadari betapa kecilnya mereka bila dibandingkan dengan luasnya alam semesta.

Nabi Yeremia juga mengakui kebesaran Allah sebagai Pencipta dan Penopang bumi dan segala ciptaan lainnya. Sang Pencipta segala sesuatu itu berjanji untuk menyatakan diri-Nya secara intim ketika Dia menawarkan umat-Nya kasih, pengampunan, dan pengharapan (Yer. 31:33-34). Yeremia menegaskan kebesaran Allah sebagai “yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam” (ay.35). Pencipta kita dan Tuhan yang Mahakuasa akan memerintah atas segala sesuatu seiring Dia berkarya menebus seluruh umat-Nya (ay.36-37).

Kita tidak akan pernah selesai menjelajahi angkasa yang tak terukur luasnya dan menyelami dasar-dasar bumi yang dalam. Namun, kita dapat mengagumi kompleksnya alam semesta ini dan mempercayai Dia yang menciptakan bulan—dan segala sesuatunya.—Xochitl Dixon

WAWASAN
Perjanjian Nuh adalah salah satu perjanjian yang paling awal dicatat di dalam Kitab Suci. Pelangi adalah tanda janji Allah untuk tidak akan lagi menghancurkan bumi dengan air bah (Kej. 9:8-17). Allah membuat perjanjian dengan Abraham ketika Dia memanggilnya untuk pergi ke tanah Kanaan dan berjanji untuk membuatnya menjadi sebuah bangsa yang besar, memberikan tanah tersebut kepadanya, dan memberkati segala bangsa melaluinya (12:1-3; 15:5-16; 17:6-8). Allah memeteraikan perjanjian dengan Abraham tersebut dengan tanda sunat (17:10-11). Dalam perjanjian-Nya dengan Daud, Allah menjanjikan kepada Daud, keturunan Abraham, bahwa setiap raja yang duduk di atas takhta Israel akan datang dari keturunannya sendiri (2Sam. 7:8-16; 1Taw. 17:11-14). Tandanya adalah Anak Daud yang dijanjikan (Mat. 1:1; Kis. 13:23). Penulis kitab Ibrani mengutip Yeremia 31:31-34 dan menyatakan bahwa Kristus, Anak Daud yang dijanjikan, sekarang adalah “Pengantara dari suatu perjanjian yang baru” (Ibr. 8:6-13; 9:15; 12:24). —K. T. Sim

Bagaimana membayangkan kebesaran Allah sebagai Pencipta dan Pendukung alam semesta membantu kamu percaya menghadapi masalah yang menghadang? Bagaimana kompleksnya alam semesta ini dapat membantu kamu mempercayakan setiap hal kecil dalam hidup kamu kepada Allah?

Allah Pencipta dan Penopang segalanya, terima kasih Engkau telah mengundang kami untuk mengenal Engkau dan menaruh kepercayaan kepada-Mu hari ini dan selamanya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate