Pages - Menu

Friday, June 12, 2020

Bersama Kita Menang

Berdua lebih baik dari pada seorang diri. . . . Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya.—Pengkhotbah 4:9-10

Bersama Kita Menang

Pada suatu malam, Pendeta Samuel Baggaga menerima telepon yang memintanya datang ke rumah salah seorang jemaat. Setibanya di sana, ia mendapati rumah yang didatanginya itu sedang terbakar hebat. Meski mengalami luka bakar, sang tuan rumah masuk kembali ke rumah yang terbakar untuk menyelamatkan salah seorang anaknya, dan kemudian keluar lagi dengan membopong putrinya yang tidak sadarkan diri. Di pedesaan Uganda itu, rumah sakit terdekat berjarak 10 kilometer jauhnya. Karena tidak memiliki kendaraan, si pendeta menemani sang ayah berlari membawa anak gadisnya ke rumah sakit. Ketika salah seorang dari mereka kelelahan, yang lain akan mengambil alih untuk membopong si anak. Mereka bersama-sama menempuh perjalanan panjang itu hingga akhirnya sang ayah dan putrinya memperoleh perawatan medis untuk kembali pulih sepenuhnya.

Di Keluaran 17:8-13, Tuhan memberikan kemenangan besar kepada bangsa Israel dengan melibatkan upaya Yosua, yang memimpin orang-orang maju ke medan perang; dan Musa, yang mengangkat kedua tangannya sambil memegang tongkat Allah. Saat tangan Musa menjadi lelah, Harun dan Hur membantu dengan menopang masing-masing tangan Musa hingga matahari terbenam dan musuh pun kalah.

Kerelaan untuk saling menolong bukanlah hal yang sepele. Dalam kebaikan-Nya, Allah memberikan sesama kita sebagai alat-Nya demi kebaikan bersama. Kemauan untuk mendengarkan, kesiapan untuk membantu, dan kata-kata bijak yang menghibur serta menegur—semua itu dan pertolongan lain diberikan kepada kita dan diteruskan kepada orang lain melalui diri kita. Bersama kita menang dan Allah dimuliakan!—ARTHUR JACKSON

WAWASAN
Orang Amalek adalah salah satu suku pada zaman dahulu yang selalu menjadi musuh bebuyutan Israel. Nama mereka berasal dari pendiri kelompok ini, yaitu Amalek, salah seorang cucu Esau (Kejadian 36:12). Itu berarti orang Amalek sesungguhnya adalah sepupu orang Israel, yang juga keturunan Yakub/Israel, saudara kembar Esau. Meski tampak jelas bahwa Esau dan Yakub sudah memperbaiki hubungan mereka lagi setelah bertahun-tahun bermusuhan, tidak demikian dengan keturunan Esau. Daud berperang melawan orang Amalek yang menyerbu dan mencuri harta benda, istri, dan anak-anak darinya dan dari anak buahnya (2 Samuel 1:1). Orang Amalek disebut terakhir kalinya dalam Perjanjian Lama di 1 Tawarikh 4:43, ketika akhirnya mereka dikalahkan dan dibinasakan oleh Israel. Sungguh kisah yang panjang dan menyedihkan tentang akibat-akibat yang merusak dari sebuah kebencian. —Bill Crowder

Dalam hidup ini, pernahkah kamu diberkati oleh dukungan yang diberikan seseorang? Adakah seseorang yang saat ini membutuhkan kehadiranmu untuk mendukung mereka?

Bapa, terima kasih untuk orang-orang yang telah Engkau hadirkan dalam hidupku dan juga untuk mereka yang Engkau izinkan berbagi hidup denganku untuk kebaikan kami bersama demi kemuliaan-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate