Pages - Menu

Tuesday, June 2, 2020

Dipilih untuk Mengampuni

Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.—Lukas 23:34

Dipilih untuk Mengampuni

Sebagai seorang pelajar sekolah menengah, Patrick Ireland pernah merasa Allah telah memilihnya untuk tujuan tertentu. Namun, ia tidak yakin apa tujuan yang dimaksud. Kemudian terjadilah peristiwa penembakan massal di SMA Columbine (Colorado, Amerika Serikat). Tiga belas orang tewas dan dua puluh empat orang terluka termasuk Patrick. Setelah peristiwa yang mengerikan itu, ia mulai mengerti jawabannya.

Setelah melalui masa pemulihan yang panjang, Patrick belajar bahwa memendam kepahitan akan menimbulkan luka berkepanjangan. Allah menunjukkan kepada Patrick bahwa untuk bisa mengampuni, ia harus berhenti berfokus pada apa yang telah diperbuat orang lain terhadap kita dan mengalihkan fokus kepada apa yang telah Yesus perbuat bagi kita. Dari kayu salib, Kristus memohon untuk mereka yang menganiaya Dia, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34), menggenapi nubuat Imam Zakharia tentang pengampunan dari-Nya (1:77). Selain itu, teladan-Nya mengungkapkan tujuan Allah bagi Patrick, sehingga dua puluh tahun setelah tragedi itu Patrick dapat berkata, “Mungkin saya dipilih untuk mengampuni.”

Meski sebagian besar dari kita tidak akan mengalami musibah sebesar peristiwa Columbine, setiap dari kita pasti pernah mengalami perbuatan orang lain yang tidak menyenangkan. Dikhianati pasangan. Anak yang memberontak. Diperlakukan tidak baik oleh atasan. Bagaimana kita sanggup untuk terus melangkah maju? Kita perlu melihat teladan Juruselamat kita. Dia mengampuni mereka yang menolak Dia dan berlaku kejam terhadap-Nya. Lewat pengampunan Yesus atas dosa-dosa kita, kita diselamatkan dan juga dimampukan untuk mengampuni sesama. Seperti Patrick, kita dapat memilih untuk membuang kepahitan dan membuka hati untuk rela mengampuni.—ELISA MORGAN

WAWASAN
Bacaan hari ini mencatat apa yang dikatakan oleh Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis, tentang anaknya yang masih bayi serta hubungan anaknya dengan kedatangan Mesias. Yohanes—yang adalah sanak saudara Yesus (lihat Lukas 1:36) dan yang kelahirannya juga diumumkan oleh seorang malaikat (ay.5-25)—harus “mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya” (ay.76). Yohanes menerima peran dan identitas tersebut dan menyatakannya sendiri. Dalam Injil Yohanes (yang ditulis oleh Yohanes sang rasul, bukan Yohanes Pembaptis), ia memberitahukan identitas dan perannya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!” (Yohanes 1:23). Itu kutipan dari Nabi Yesaya yang menyampaikan pesan penghiburan bagi bangsa Israel (lihat Yesaya 40:1-3). —J.R. Hudberg

Apakah hatimu rela mengampuni? Bagaimana kamu bisa lebih menyelami keselamatan yang disediakan Yesus lewat kematian-Nya dengan mengampuni orang yang bersalah kepadamu?

Ya Bapa, tunjukkanlah hari ini siapa yang perlu kuampuni, dan berikanlah aku kekuatan untuk meneruskan pengampunan yang telah Engkau sediakan lewat kematian-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate