Pages - Menu

Monday, August 17, 2020

Dimurnikan dalam Api

 

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu. —1 Petrus 1:7

Dimurnikan dalam Api

Emas dua puluh empat karat adalah emas yang hampir mencapai kadar 100 persen dengan sedikit kotoran (impurities). Namun, persentase itu sulit untuk dicapai. Untuk memurnikan emas, biasanya digunakan satu dari dua metode yang ada. Proses Miller merupakan proses yang tercepat dan termurah, tetapi hanya menghasilkan emas yang 99,95 persen murni. Proses Wohlwill membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya, tetapi menghasilkan emas yang 99,99 persen murni.

Pada zaman Alkitab, orang memurnikan emas dengan menggunakan api. Api menyebabkan kotoran naik ke permukaan sehingga lebih mudah disingkirkan. Dalam suratnya yang pertama kepada para pengikut Yesus di seluruh Asia Kecil (Turki utara), Rasul Petrus menggunakan proses pemurnian emas sebagai metafora untuk menggambarkan bagaimana pencobaan bekerja dalam kehidupan orang percaya. Pada waktu itu, banyak orang percaya dianiaya oleh penguasa Romawi karena iman mereka kepada Kristus. Petrus sendiri juga pernah mengalaminya. Namun, Petrus menjelaskan bahwa penganiayaan menghasilkan “kemurnian iman [kita]” (1 Ptr. 1:7).

Mungkin saat ini kamu merasa sedang dibakar dalam api pemurnian—merasakan panasnya kemunduran, penyakit, atau tantangan-tantangan lain. Namun, sering kali kesulitan hidup menjadi cara Allah memurnikan emas iman kita. Dalam penderitaan, mungkin kita memohon kepada Allah untuk segera mengakhiri proses-Nya, tetapi Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, bahkan ketika hidup terasa menyakitkan. Tetaplah terhubung dengan Sang Juruselamat, tempat kita menemukan penghiburan dan damai sejahtera.—LINDA WASHINGTON

WAWASAN
Dalam 1 Petrus 1:8, Petrus sedang menekankan sebuah pemikiran penting yang bermula dari Injil Yohanes. Di Yohanes 20:29, Kristus yang bangkit berkata kepada Tomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Perkataan ini mencakup semua orang di generasi kita yang telah mengikut Yesus. Walaupun kita belum ada sewaktu Dia secara fisik hadir di dunia ini, kita dapat menerima catatan Alkitab dengan iman (1 Korintus 15:3-4) dan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita (Roma 8:16) sebagai bukti kebenaran dari apa yang tidak kita lihat tetapi kita percayai (Yohanes 16:13-15). Demikian Paulus menulis, “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Korintus 5:7).—Bill Crowder

Tantangan apa saja yang pernah kamu hadapi yang menghasilkan pertumbuhan imanmu? Bagaimana kamu menanggapinya?

Allah Bapa, tolong aku melihat bagaimana pencobaan dalam hidupku pada akhirnya akan memunculkan emas dalam diriku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate