Pages - Menu

Monday, August 31, 2020

Hamba-Mu Mendengar

 

Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!“ Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” —1 Samuel 3:10

Hamba-Mu Mendengar

Seandainya radio nirkabelnya menyala, mereka pasti tahu bahwa kapal Titanic sedang tenggelam. Cyril Evans, operator radio di kapal lain, sudah mencoba mengirimkan pesan kepada Jack Phillips, operator radio di atas kapal Titanic untuk memberi tahu mereka akan adanya gunung es di perairan tersebut. Namun, saat itu Phillips sedang sibuk mengirimkan pesan-pesan dari para penumpang dan dengan kasar menyuruh Evans untuk diam. Dengan berat hati, Evans pun mematikan radionya dan tidur. Sepuluh menit kemudian, kapal Titanic menghantam gunung es. Sinyal minta tolong yang mereka pancarkan tidak dijawab karena tidak ada lagi yang mendengar.

Dalam 1 Samuel kita membaca bagaimana para imam Israel penuh dengan kejahatan dan telah kehilangan penglihatan serta pendengaran rohani mereka sementara bangsa mereka terus melangkah menuju bahaya. “Pada masa itu firman Tuhan jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering” (1 Sam. 3:1). Namun, Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dia mulai berbicara kepada seorang anak muda bernama Samuel yang dibesarkan dalam rumah seorang imam. Nama Samuel berarti “Tuhan mendengar”—nama yang diberikan untuk mengenang bagaimana Allah menjawab doa ibunya. Namun, Samuel masih perlu belajar untuk mendengar perkataan Allah.

“Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar“ (ay.10). Hanya hamba yang mendengar. Kiranya kita juga memilih untuk mendengar dan menaati apa yang telah Allah nyatakan dalam Kitab Suci. Serahkanlah hidup kita kepada-Nya dan bersikaplah sebagai hamba yang rendah hati—yang membiarkan “radio”-nya terus menyala.—Glenn Packiam

WAWASAN
Pada pasal-pasal awal kitab 1 Samuel, penulis dengan pandai menggunakan kontras untuk menyorot perbedaan antara anak-anak Eli dan Samuel. 1 Samuel 2:12 mencatat bahwa “anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN” dan “mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan” (ay.22). Sebaliknya, Samuel, “semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia” (ay.26). Ketika anak-anak Eli tidak mendengarkan teguran ayah mereka (ay.25), tanggapan Samuel kepada Tuhan adalah, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar” (3:10).—Arthur Jackson

Mengapa penting bagimu untuk menaati apa yang telah Allah nyatakan dalam Kitab Suci-Nya? Bagaimana kamu bisa terus tersambung dan mendengar suara-Nya?

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang berbicara kepada kami. Terima kasih atas Kitab Suci-Mu yang menolong kami mengikut-Mu dengan taat. Berbicaralah, hamba-Mu ini mendengar.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate