Pages - Menu

Wednesday, September 16, 2020

Berikan Semampunya

 

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya. —2 Korintus 9:7

Berikan Semampunya

Scaling adalah istilah dalam dunia kebugaran yang memungkinkan siapa saja dapat ikut berpartisipasi. Contohnya, saat latihan push up, mungkin kamu bisa melakukannya sebanyak sepuluh kali, tetapi saya hanya bisa empat kali. Instruktur akan mendorong saya melakukan scaling sesuai tingkat kebugaran saya saat itu. Meski tidak berada di level yang sama, tetapi setiap orang bisa menuju ke arah yang sama. Dengan kata lain, instruktur itu hendak berkata: “Lakukan empat kali push up dengan segenap kekuatanmu. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Lakukan terus semampumu, nanti kau akan takjub bahwa suatu hari kau mampu melakukan tujuh, bahkan sepuluh, push up sekaligus.”

Dalam hal memberi, Rasul Paulus dengan jelas berkata: “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor. 9:7). Akan tetapi, Paulus mendorong jemaat di Korintus, dan kita, untuk melakukannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya (ay.7). Setiap dari kita memiliki kemampuan memberi yang berbeda-beda, dan terkadang tingkat kemampuan itu juga berubah seiring waktu.

Tidak ada gunanya membanding-bandingkan, karena yang terpenting adalah sikap hati. Apa pun posisimu sekarang, berilah dengan murah hati (ay.6). Allah kita telah berjanji bahwa tindakan memberi dengan sukacita yang dilakukan dengan tekun akan memperkaya kita “dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah” (ay.11). —John Blase

WAWASAN
2 Korintus 8-9 memuat pengajaran paling lengkap dalam Perjanjian Baru tentang hal memberi. Orang-orang percaya di Yerusalem sedang menderita dalam kemiskinan karena bencana kelaparan (Kisah Para Rasul 11:28-29; Roma 15:26). Jemaat Makedonia, yang juga “sangat miskin,” menanggapi dengan murah hati memberi menurut kemampuan mereka (2 Korintus 8:1-5). Namun, jemaat Korintus yang kaya telah berjanji memberikan bantuan keuangan tetapi belum menjalankannya. Paulus kini mendorong mereka untuk memenuhi janji mereka (2 Korintus 8:6-11; 9:1-6). Pemberian yang memuliakan Allah dilakukan dengan kerelaan, bukan terpaksa (2 Korintus 8:3; 9:5,7); dengan murah hati, bukan pelit (8:2; 9:6,13); dengan sukacita, bukan dengan sedih hati (8:2-3,11-12; 9:7); dengan tekad bulat, bukan sekadarnya (9:7); dan menurut kemampuan yang ada (8:11-13). Allah memberkati jemaat Korintus secara materi supaya mereka dapat membagikan kelimpahan itu dengan mereka yang membutuhkan (8:14-15; 9:8-11). Mengutip Mazmur 112:9, Paulus menyebut bahwa mereka yang memberi dengan sukacita menyerupai Allah sendiri: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang-orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya” (2 Korintus 9:9).—K.T. Sim

Kata apa yang dapat menggambarkan pemberianmu: Sukacita? Enggan? Terpaksa? Tanpa membandingkan diri dengan orang lain, menurutmu, bagaimana bentuk dari memberi dengan sukacita?

Allah Maha Pemurah, aku ingin memberi dengan sukacita, semampu yang aku bisa. Aku tahu pentingnya memberi dalam ketekunan. Berilah aku hikmat untuk tidak membandingkan diri, kekuatan untuk menabur dengan murah hati, dan iman untuk menyerahkan hasilnya ke dalam tangan-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate