Pages - Menu

Friday, September 4, 2020

Bicaralah!

 

Berdoa jugalah . . . supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus. —Kolose 4:3

Bicaralah!

Brittany tiba-tiba berseru kepada rekan kerjanya di restoran, “Itu orangnya! Itu orangnya!” Ia baru saja melihat Melvin, laki-laki yang pertama kali bertemu dengannya dalam situasi yang sangat jauh berbeda. Ketika itu Melvin sedang bekerja merawat taman di gereja dan Roh Kudus mendorongnya untuk memulai percakapan dengan Brittany. Ketika Melvin mengajaknya ke gereja, Brittany yang saat itu masih bekerja sebagai perempuan penghibur menjawab, “Kamu tahu pekerjaan saya? Gereja pasti tidak mau menerima saya.” Namun, setelah Melvin menceritakan tentang kasih Yesus dan kuasa-Nya yang sanggup mengubah hidup manusia, air mata Brittany pun mengalir. Beberapa minggu kemudian, Brittany bekerja di tempat dan lingkungan yang baru. Ia menjadi bukti bahwa Yesus berkuasa mengubah hidup mereka yang percaya kepada-Nya.

Ketika hendak mendorong umat Tuhan untuk tekun berdoa, Rasul Paulus mengajukan dua permohonan: “Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya” (Kol. 4:3-4).

Pernahkah kamu berdoa agar diberi kesempatan berbicara dengan jelas dan berani tentang Yesus? Doa yang sangat baik! Doa-doa seperti itu dapat menuntun orang percaya, seperti Melvin, untuk berbicara tentang Dia di tempat-tempat yang tidak pernah diperkirakan dan kepada orang-orang yang tidak terduga. Berbicara tentang Yesus bisa saja terasa tidak nyaman, tetapi berkat yang diterima dalam bentuk kehidupan yang diubahkan sungguh setimpal dengan ketidaknyamanan yang kita rasakan. —Arthur Jackson

WAWASAN
Kata yang diterjemahkan “bertekun” dalam Kolose 4:2 adalah kata Yunani proskartereo, dari akar kata yang berarti “menjadi kuat.” Bertekunlah dalam doa berarti “jadilah kuat, tetaplah setia, teruslah berjuang, bertahanlah.” Objek dari kata kerja di sini adalah doa. Kolose 4:2 bukanlah satu-satunya tempat dalam Perjanjian Baru yang memasangkan kata bertekun dan doa. Dalam kitab Kisah Para Rasul, sebelum dan sesudah Pentakosta, mereka yang percaya kepada Kristus disebutkan bertekun dengan sehati dalam doa (1:14) dan bertekun dalam persekutuan untuk berdoa (2:42). Di 6:4, para rasul memusatkan pikiran dalam doa, dan di Roma 12:12 orang percaya didorong untuk bertekun dalam doa. Orang Kristen di Kolose memiliki teladan dalam ketekunan doa pada diri hamba Tuhan yang melayani mereka: “[Epafras] seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu” (Kolose 4:12; lihat juga 1:7).—Arthur Jackson

Kapan kamu pernah membagikan kasih Yesus kepada orang lain meski dalam keadaan yang tidak enak? Apa peran doa dalam kesiapan kita untuk berbicara dengan berani tentang Yesus?

Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat melihat kesempatan-kesempatan yang terbuka dan dengan berani melangkah memasukinya untuk berbicara tentang diri-Mu!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate