Pages - Menu

Wednesday, September 2, 2020

Galeri Berbisik

 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. —Mazmur 18:7

Galeri Berbisik

Dalam kubah Katedral St. Paul yang menjulang tinggi di kota London, para pengunjung dapat menaiki 259 anak tangga untuk sampai di Galeri Berbisik. Bila kamu berbisik di atas sana, bisikan itu bisa terdengar oleh orang lain yang berada di sepanjang jalan yang melingkari kubah, bahkan melewati ruang kosong sejauh hampir 30 meter kepada orang yang ada di seberang. Para insinyur menjelaskan bahwa anomali ini bisa terjadi karena bentuk kubah yang bulat dan rendahnya intensitas gelombang bunyi bisikan.

Alangkah rindunya kita meyakini bahwa Allah mendengar kepedihan yang kita bisikkan! Kitab Mazmur dipenuhi kesaksian bahwa Dia mendengar segala seruan, doa, dan bisikan kita. Daud menulis, “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan” (Mzm. 18:7). Berulang kali, ia dan para pemazmur lainnya memohon, “Dengarkanlah doaku” (4:2), seruan, dan keluhan mereka (5:4; 102:21). Terkadang permohonan itu berupa bisikan lirih, “dengarkan aku” (77:2), sembari kita “berpikir-pikir, dan bertanya-tanya dalam hati” (77:7 BIS).

Sebagai jawaban dari semua permohonan tersebut, para pemazmur—seperti Daud di Mazmur 18:7—mengungkapkan bahwa Allah sungguh mendengar: “Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.” Karena waktu itu Bait Allah belum dibangun, mungkinkah yang dimaksudkan Daud adalah Allah mendengarkan dari kediaman-Nya di surga?

Dari “Galeri Berbisik” dalam kubah-Nya di surga, Allah mendekatkan diri kepada kita untuk memperhatikan keluh-kesah, bahkan bisikan kita yang paling lirih . . . dan mendengarkannya.—Elisa Morgan

WAWASAN
Pengantar Mazmur 18 memberi tahu kita bahwa Daud menulisnya “pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul.” Dengan 51 ayat, inilah mazmur panjang pertama di dalam Alkitab. Yang menarik, terdapat tulisan serupa (dengan sejumlah variasi) di 2 Samuel 22. Di sini Daud mengungkapkan ucapan syukurnya yang besar atas pertolongan Allah dalam mengalahkan musuhnya yang banyak. Namun, secara keseluruhan isinya memperlihatkan sifatnya yang mesianis—artinya nyanyian ini menunjuk kepada Kristus. Dalam Roma 15:9 Rasul Paulus mengutip Mazmur 18:50 sebagai acuan kepada Yesus: “Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.” Kita bisa saja menganggap pernyataan ini hanya mengacu kepada Daud, tetapi Mazmur 18:51 berkata, “[Allah] menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya.” Janji itu hanya dapat digenapi secara harfiah oleh Yesus sendiri.—Tim Gustafson

Apa yang rindu kamu bisikkan kepada Allah hari ini? Bagaimana kamu tahu Dia mendengarkanmu?

Allah yang terkasih, berilah saya keberanian untuk berbisik kepada-Mu hari ini, dalam keyakinan bahwa Engkau mendengar dan menjawabku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate