Pages - Menu

Sunday, October 25, 2020

Kuat dan Teguh

 

Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. —Yosua 1:5

Kuat dan Teguh

Setiap malam menjelang tidur, Caleb kecil merasa takut pada kegelapan yang menyelimutinya. Keheningan di kamar tidurnya sesekali dipecahkan oleh suara berderik-derik dari rumah kayunya di Kosta Rika. Apalagi kemudian kelelawar-kelelawar di loteng semakin aktif bergerak di malam hari. Ibu Caleb membiarkan lampu meja di kamarnya tetap menyala sepanjang malam, tetapi itu belum cukup menyingkirkan ketakutan Caleb pada kegelapan. Suatu malam, ayah Caleb memasang ayat Alkitab di ujung tempat tidurnya. Bunyinya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Janganlah kecut . . . sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau” (Yos. 1:9). Caleb pun membaca ayat itu setiap malam—dan ia membiarkan tulisan berisi janji Tuhan itu terpasang di ujung tempat tidurnya sampai waktunya ia keluar dari rumah untuk berkuliah.

Dalam Yosua 1, kita membaca tentang berpindahnya kepemimpinan atas bangsa Israel kepada Yosua setelah kematian Musa. Perintah “kuatkan dan teguhkanlah hati” berulang kali diberikan pada Yosua dan bangsa Israel untuk menegaskan arti pentingnya (ay.6-7,9). Tentu saja, mereka merasa khawatir akan masa depan yang tidak pasti, tetapi Allah meyakinkan mereka, “Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (ay.5).

Takut adalah perasaan yang manusiawi, tetapi hidup dengan dikuasai ketakutan terus-menerus dapat merusak kesehatan jasmani dan rohani kita. Sebagaimana hamba-hamba Allah di masa lalu telah dikuatkan oleh-Nya, hati kita pun dapat menjadi kuat dan teguh karena Dia yang telah berjanji untuk selalu menyertai kita.—Cindy Hess Kasper

WAWASAN
Yosua, pemimpin dari bani Efraim, adalah salah seorang mata-mata yang dikirim Musa menyelidiki tanah Kanaan. Musa mengganti namanya dari Hosea, yang berarti “keselamatan,” menjadi Yosua, yang berarti “Yehova adalah keselamatan” (Bilangan 13:8,16). Yosua telah menjadi abdi Musa sejak muda (Keluaran 24:13; 33:11; Bilangan 11:28; Yosua 1:1). Allah memuji Yosua sebagai seseorang yang mengikut Dia dengan sepenuh hati. Dari mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas ketika keluar dari Mesir, hanya Yosua dan Kaleb yang diizinkan masuk ke Tanah Perjanjian (Bilangan 32:11-12). Musa sendiri tidak diizinkan (Ulangan 3:23-29). —K.T. Sim

Apa ketakutan terbesar yang selalu muncul dalam hidupmu? Bagaimana perenungan akan janji Allah dapat menolongmu mengatasi rasa takut dan khawatir yang melanda?

Bapa yang setia, aku bersyukur karena Engkau selalu menyertaiku. Tolonglah aku untuk mengingat janji-janji-Mu dan mempercayai-Mu ketika aku merasa takut.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate