Pages - Menu

Monday, November 2, 2020

Allah Mendengar Semuanya

 

Biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah. —1 Raja-raja 18:36

Allah Mendengar Semuanya

Salah satu jangka waktu keterlambatan pengiriman surat yang terlama dalam sejarah adalah delapan puluh sembilan tahun. Pada tahun 2008, seorang pemilik rumah di Inggris menerima undangan pesta yang dikirim pada tahun 1919 dan ditujukan kepada pemilik rumahnya di masa lalu. Undangan itu diletakkan dalam kotak suratnya oleh petugas pos, tetapi alasan mengapa undangan itu baru diterima setelah sekian puluh tahun masih tidak diketahui. Upaya manusia yang terbaik untuk berkomunikasi terkadang berakhir dengan kegagalan, tetapi Kitab Suci menyatakan dengan jelas bahwa Allah tidak pernah gagal mendengar seruan umat-Nya yang setia. Dalam 1 Raja-Raja 18, Nabi Elia menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antara dewa Baal dan Tuhan Allah. Dalam suatu kontes untuk membuktikan siapa Allah yang benar, Elia menyindir nabi-nabi Baal yang telah berdoa berjam-jam tanpa hasil: ”Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga” (ay.27). Kemudian Elia berdoa memohon jawaban Allah agar umat-Nya berpaling kembali kepada-Nya, dan kuasa Allah pun benar-benar dinyatakan. Walaupun doa-doa kita mungkin tidak selalu dijawab secepat doa Elia, kita tetap bisa yakin bahwa Allah mendengar doa-doa kita (Mzm. 34:18). Alkitab mengingatkan kita bahwa Dia begitu menghargai doa-doa kita sehingga semua doa itu ditaruh di hadapan-Nya dalam “satu cawan emas,” bagaikan kemenyan yang berharga (Why. 5:8). Allah akan menjawab setiap doa dengan hikmat dan cara-Nya yang sempurna. Doa yang dikirim ke surga tidak akan hilang di tengah jalan. —JAMES BANKS

WAWASAN
Kebudayaan Timur Dekat kuno didominasi oleh kepercayaan politeistis, yang meyakini banyaknya dewa-dewi yang hidup dalam sebuah hierarki, masing-masing dengan kekuatan yang berbeda-beda. Baal dipercaya sebagai dewa kesuburan dan badai, dan digambarkan sebagai seorang petarung yang membawa sebuah kilat petir. Para dewa juga dipandang memiliki karakteristik manusiawi—mereka butuh tidur atau sering bepergian, sehingga manusia sulit mendapatkan perhatian mereka. Karenanya, Elia menyindir para nabi Baal dengan kepercayaan mereka sendiri—dengan mencemooh ketidakmampuan mereka untuk mendapatkan perhatian dewa mereka—sebelum menunjukkan kuasa Yahweh yang tak tertandingi dalam hal-hal yang diklaim sebagai ranah kekuasaan Baal (api, petir, dan badai). —Monica La Rose

Apa artinya bagimu bahwa Allah peduli dan mendengar doa-doamu? Bagaimana caramu berterima kasih kepada-Nya atas kesetiaan-Nya mendengarkan seruan doamu hari ini?

Ya Bapa, sungguh luar biasa bahwa Engkau selalu mendengar doa-doaku! Aku memuji-Mu karena doa-doaku berharga bagi-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate