Pages - Menu

Sunday, December 20, 2020

Diciptakan untuk Kemuliaan-Nya

 

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. —Efesus 2:10

Diciptakan untuk Kemuliaan-Nya

Sesudah menikmati hidangan malam Natal, menantu saya Ana menyajikan dang yuan untuk kami. Sajian wedang ronde warna-warni dari tepung ketan dengan kuah manis yang hangat ini merupakan hidangan penutup yang biasa disantap oleh masyarakat Tionghoa pada perayaan musim dingin yang selalu bertepatan dengan masa Natal. Pete, cucu saya yang berusia tiga tahun, dengan bangga berkata: “Ronde ini aku yang buat! Yang itu juga!” Saya tertawa—walaupun bentuk ronde yang dibuat Pete tidak beraturan, ia tetap menganggap buatannya sebagai hasil karya yang luar biasa.

Pengalaman itu membuat saya merenungkan tentang cara Allah memandang kita. Ketika Allah menjadikan manusia pada puncak proses penciptaan-Nya, Dia “melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” (Kej. 1:31). Walaupun manusia kemudian jatuh dalam dosa, pemazmur berkata bahwa “kejadian [kita] dahsyat dan ajaib” (Mzm. 139:14); kita tetaplah karya cipta Allah yang luar biasa, meskipun telah ternoda oleh dosa. Lebih dari itu, Allah tidak membiarkan kita terus dalam dosa. Dia menebus dan menciptakan kita dalam Kristus Yesus supaya kita melakukan pekerjaan baik untuk kemuliaan-Nya (Ef. 2:10).

Adakalanya saya lupa bahwa saya bukan saja telah diciptakan dengan penuh kasih, melainkan juga diciptakan kembali dengan penuh kasih dalam Kristus. Melupakan kebenaran tersebut membuat saya bergumul dengan perasaan rendah diri dan mengasihani diri sendiri. Bagaimana denganmu? Melihat betapa bangganya cucu saya pada ronde buatannya yang lucu, saya diingatkan bahwa kita perlu dibentuk sesuai cara pandang Allah, yaitu karya cipta luar biasa yang telah ditebus dalam Kristus. Jadi, marilah kita hidup dengan penuh sukacita sebagai buatan tangan Tuhan yang ajaib. —Goh Bee Lee

WAWASAN
Seperti tukang periuk, Allah membentuk manusia dari tanah (Yesaya 64:8) dan “menghembuskan nafas hidup” ke dalam hidungnya (Kejadian 2:7, Ayub 33:4, Pengkhotbah 12:7). Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberikan “nafas Yang Mahakuasa”, sehingga ia berbeda dari makhluk-makhluk lain yang Allah ciptakan, karena hanya manusia yang diciptakan “menurut gambar Allah” (Kejadian 1:27). Setiap orang adalah individu yang unik, diciptakan dengan “dahsyat dan ajaib” (Mazmur 139:14), dengan kesadaran mental, emosi, dan rohani dari Sang Pencipta, dan dengan kemampuan untuk mempunyai hubungan pribadi dengan Pencipta (Ayub 32:8; 38:36). Ayub mungkin orang pertama yang mengakui bahwa “Tangan [Allah] yang membentuk dan membuat[nya] . . . mengenakan kulit dan daging kepada[nya], serta menjalin[nya] dengan tulang dan urat” (Ayub 10:8,11-12). Dalam Mazmur 8, dengan rendah hati Daud mengakui bahwa manusia diperhatikan Allah secara khusus (ay.5), dan menyatakan dengan indah bahwa Allah telah memahkotai manusia sebagai puncak karya cipta-Nya (ay.6-7). —K.T.Sim

Bagaimana kamu dapat terus meyakini bahwa kamu diciptakan dan dijadikan baru dengan penuh kasih dalam Kristus? Bagaimana kebenaran itu membentuk jalan hidupmu sekarang?

Terima kasih, Bapa, karena Engkau menciptakanku kembali dalam Kristus. Kuatkanlah aku untuk menjadi pribadi yang Kau kehendaki di dalam Dia.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate