Pages - Menu

Thursday, August 1, 2013

Pikiran Yang Menggertak, Menggeram

Baca: Mazmur 59

Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. —Mazmur 59:17

Bertahun-tahun yang lalu, saya dan Ayah berjalan lintas alam melalui Big Bend di Texas. Saat ini tempat tersebut sudah dijadikan taman nasional, tetapi pada waktu itu masih merupakan daerah yang belum terawat.

Suatu malam, ketika sedang menggelar kantung tidur, muncul sepasang suami-istri dengan seekor anjing dan meminta izin untuk berkemah di dekat kami. Kami menyambut mereka lalu beranjak tidur. Mereka mengikat anjingnya di tonggak di samping tenda.

Beberapa jam kemudian Ayah membangunkan saya sambil mengarahkan lampu senter ke arah kegelapan. Kami dapat melihat berpasang-pasang bola mata berwarna kuning mengintip dari dalam gelap. Sekelompok anjing hutan mengepung anjing tetangga kami sambil menggertak dan menggeram. Meski kami berhasil mengusirnya dan tetangga kami memasukkan anjing itu ke dalam tendanya, kami tak bisa tidur nyenyak malam itu.

Saya teringat pada peristiwa malam itu saat membaca Mazmur 59 dan penggambaran Daud yang diulang sebanyak dua kali: “Pada waktu senja mereka datang kembali, mereka melolong seperti anjing” (ay.7,15). Daud sedang membayangkan tentang tentara Saul yang mengepungnya, namun saya berpikir tentang beragam pemikiran yang terus kembali untuk merongrong kita. Pemikiran itu datang pada malam hari, sambil menggertak dan menggeram: “Kamu bodoh.” “Kamu pecundang.” “Kamu tak berguna.” “Siapa yang butuh kamu?”

Ketika dirongrong oleh pemikiran seperti itu, kiranya kita bisa bersukacita dengan mengingat kasih Allah yang tanpa syarat dan tak berkesudahan. Kesetiaan-Nya yang teguh menjadi tempat perlindungan kita dari kelamnya rasa ragu dan takut (ay.17). —DHR

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau mengasihiku tanpa syarat.
Jauhkanlah pikiran merusak yang selalu kembali untuk merampas
keyakinanku terhadap Engkau dan karya-Mu dalam diriku.
Aku ingin bersandar kepada-Mu dan di dalam kasih setia-Mu.

Kesadaran bahwa Allah mengasihi kita bisa menepis segala keraguan hati kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate