Pages - Menu

Monday, April 28, 2014

Pertanyaan Yang Mengusik

Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu. —1 Petrus 3:15

Pertanyaan Yang Mengusik
Saat menaiki kereta api beberapa tahun setelah berakhirnya perang saudara di Amerika, Jendral Lew Wallace dari Angkatan Perang Bagian Utara bertemu dengan seorang rekan perwira, Kolonel Robert Ingersoll. Ingersoll adalah seorang penganut paham agnostik terkemuka di abad ke-19, sedangkan Wallace adalah seorang Kristen. Ketika pembicaraan mulai membahas perbedaan kepercayaan mereka, Wallace sadar ia tidak bisa menjawab pertanyaan dan keraguan yang dilontarkan Ingersoll. Didorong oleh rasa malu karena kurangnya pemahaman atas imannya sendiri, Wallace mulai menggali Kitab Suci untuk mencari jawabannya. Usahanya itu membuahkan suatu pernyataan iman yang kokoh mengenai sosok Sang Juruselamat yang tertuang dalam novel sejarah klasik karyanya: Ben-Hur: A Tale of The Christ (Ben-Hur: Kisah Tentang Kristus).

Pertanyaan yang mengusik dari orang-orang yang skeptis tidak perlu mengancam iman kita. Sebaliknya, pertanyaan mereka bisa mendorong kita untuk memperdalam pemahaman dan memperlengkapi kita agar dengan penuh kasih dan bijaksana kita dapat menanggapi mereka yang mempertanyakan iman kita. Dalam Alkitab, Rasul Petrus mendorong kita untuk mencari hikmat Allah, “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab pada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1Ptr. 3:15).

Kita tak perlu menguasai seluruh jawaban yang ada, tetapi kita perlu punya keberanian dan keyakinan teguh dalam usaha membagikan kasih kita dalam Kristus dan pengharapan yang kita miliki. —WEC

Aku berharap pada Tuhan yang serahkan nyawa-Nya untukku,
Dan yang telah membayar harga semua dosaku di Kalvari.
Untukku Dia telah mati, untukku Dia lalu hidup,
Terang dan hidup abadi Dia berikan cuma-cuma. —Clayton

Kristus adalah jawaban utama atas pertanyaan-pertanyaan terbesar dalam hidup ini.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate