Pages - Menu

Friday, January 22, 2016

Tak Lagi Terpenjara

Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. —Roma 7:15
Tak Lagi Terpenjara
Seorang pria setengah baya mendekati saya setelah saya memimpin sebuah lokakarya di tempat kerjanya. Ia bertanya demikian: “Saya sudah menjadi Kristen hampir di sepanjang hidup saya, tetapi saya terus-terusan kecewa pada diri sendiri. Mengapa saya merasa selalu melakukan hal-hal yang seharusnya tidak saya lakukan dan tidak pernah melakukan hal-hal yang saya tahu seharusnya dilakukan? Tidakkah Allah lelah melihat saya?” Dua orang yang berdiri di samping saya juga tampak bersemangat menunggu tanggapan saya.
Itulah pergumulan manusia yang juga pernah dialami Rasul Paulus. “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu,” katanya, “Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat” (Rm. 7:15). Namun inilah kabar baiknya: Kita tidak perlu terus berkutat dalam jerat kekecewaan. Menyadur tulisan Paulus dalam Roma 8, jalan keluarnya adalah dengan berhenti berfokus pada hukum Taurat dan mulai memusatkan perhatian kepada Yesus. Dengan kekuatan sendiri, kita tidak bisa melakukan apa pun terhadap keberdosaan kita. Jawabannya bukanlah dengan berusaha lebih keras untuk menaati segala aturan yang ada. Sebaliknya, kita harus memusatkan perhatian kita kepada Yesus, Pribadi yang menunjukkan belas kasihan kepada kita, dan berserah pada karya Roh Kudus yang mengubah kita.
Ketika kita berfokus pada hukum Taurat, kita terus-menerus diingatkan bahwa kita tidak akan pernah menjadi cukup baik untuk layak menerima anugerah Allah. Namun ketika kita berfokus kepada Yesus, kita akan semakin menjadi seperti Dia. —Randy Kilgore
Aku kadang terjebak dalam usaha untuk menjadi lebih baik, lalu gagal, putus asa, dan menyerah. Tolonglah aku, Tuhan, untuk bersandar pada anugerah-Mu dan untuk mendekat kepada-Mu sehingga Engkau dapat mengubah hatiku.
Pusatkanlah perhatianmu kepada Yesus.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate