Pages - Menu

Saturday, December 22, 2018

Strategi Kita Hanyalah Berharap

Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu Tuhan, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! —Mikha 7:7
Strategi Kita Hanyalah Berharap
Tim sepakbola favorit saya sudah kalah delapan kali berturut-turut pada waktu saya menulis renungan ini. Dengan banyaknya kekalahan, sulit untuk berharap mereka akan bertahan hingga akhir musim. Pelatih sudah mengubah strategi permainannya setiap minggu, tetapi tak juga membuahkan hasil. Dalam percakapan dengan seorang rekan kerja, saya bergurau sambil mengatakan bahwa niat saja tidak akan menjamin terjadinya perubahan. “Harapan bukan strategi,” ledek saya.
Prinsip itu berlaku dalam dunia sepakbola, tetapi dalam kehidupan rohani justru sebaliknya. Berharap, beriman, dan percaya kepada Allah bukan hanya salah satu strategi, melainkan satu-satunya strategi. Dunia kerap mengecewakan kita, tetapi pengharapan dapat mengokohkan kita dalam kebenaran dan kekuatan Allah di tengah pergolakan.
Nabi Mikha memahami kenyataan ini. Ia patah hati melihat Israel berpaling dari Allah. “Celaka aku! . . . Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia” (mi. 7:1-2). Namun, ia kembali memusatkan perhatian kepada pengharapannya yang sejati: “Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu Tuhan, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!” (ay.7)
Bagaimana kita dapat tetap berharap pada masa-masa sukar? Mikha menunjukkannya: dengan menunggu, sambil berdoa dan tetap mengingat Allah. Dia mendengar seruan kita sekalipun kita sedang terpuruk. Dalam situasi itu, strategi kita hanyalah berpaut kepada Allah dan bertindak sesuai dengan pengharapan kita. Itulah satu-satunya strategi yang memampukan kita melewati badai kehidupan. —Adam Holz
Bapa, Engkau telah berjanji menjadi sumber kekuatan kami ketika keadaan tampak menakutkan. Tolong kami untuk berseru kepada-Mu dengan iman dan pengharapan, karena kami percaya Engkau mendengar jeritan hati kami.
Bagaimana kita dapat tetap berharap pada masa-masa sukar? Menunggu, sambil berdoa dan tetap mengingat Allah.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate