Pages - Menu

Thursday, April 4, 2019

Berjaga-jagalah!

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. —1 Petrus 5:8
Berjaga-jagalah!
Saya tumbuh besar di kawasan selatan Amerika Serikat yang bersuhu hangat, sehingga ketika saya pindah ke wilayah utara, dibutuhkan waktu cukup lama untuk beradaptasi. Saya perlu membiasakan diri mengemudi dengan aman semasa musim dingin yang panjang dan bersalju. Pengalaman musim dingin pertama saya sangatlah berat, sampai tiga kali mobil saya terjebak dalam gundukan salju! Namun setelah bertahun-tahun latihan, saya akhirnya terbiasa dan merasa nyaman berkendara di jalanan musim dingin yang licin. Adakalanya saya justru terlalu nyaman sehingga tidak lagi waspada. Pada saat itulah, mobil saya tergelincir di jalanan beraspal yang berlapis es tipis hingga menabrak tiang telepon di pinggir jalan!
Syukurlah, tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu, tetapi saya mempelajari satu hal penting pada hari itu. Betapa berbahayanya bila kita merasa terlalu nyaman. Alih-alih waspada, saya justru lengah dan membiarkan mobil lepas kendali.
Kita perlu menerapkan kewaspadaan yang sama dalam kehidupan rohani kita. Rasul Petrus memperingatkan orang-orang percaya untuk tidak menjalani hidup ini dengan lengah, melainkan dengan tetap berjaga-jaga (1 Ptr. 5:8). Iblis bekerja aktif untuk menghancurkan kita, sehingga kita juga perlu aktif melawan godaan dan berdiri teguh dalam iman kita (ay.9). Kita tidak perlu melakukannya seorang diri karena Allah berjanji akan menyertai kita dalam penderitaan, dan pada akhirnya “meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan” kita (ay.10). Dengan kuasa Allah, kita belajar untuk tetap waspada dan berjaga-jaga dalam melawan godaan dan setia mengikut Dia. —Amy Peterson
WAWASAN

Ada pepatah yang berkata, “Pilihan-pilihan bijak didapat dari pengalaman, dan pengalaman didapat dari pilihan-pilihan yang salah.” Barangkali, nasihat bijaksana yang Petrus berikan dalam bacaan hari ini dipelajarinya lewat malam tergelap dalam hidupnya, yaitu ketika ia memilih untuk menyangkal Yesus. Nasihat untuk rendah hati (1 Petrus 5:6) bertolak belakang dengan bualan kesombongan Petrus yang mengaku bersedia mati bersama Yesus (Lukas 22:33). Bukannya berjaga-jaga (1 Petrus 5:8), Petrus malah tidur ketika ia seharusnya berdoa di Getsemani (Lukas 22:54-62). Bukannya berdiri teguh (1 Petrus 5:8-9), Petrus bahkan mengaku tidak mengenal Tuhannya (Lukas 22:54-62). Apakah tanggapan Allah terhadap kegagalan Petrus? Kasih karunia (1 Petrus 5:10). Mungkin, pelajaran terbesar yang Petrus dapatkan berasal dari kegagalan terburuknya. —Bill Crowder
Bagian apa dalam hidup Anda yang menuntut Anda untuk lebih waspada? Dengan cara apa Anda dapat tetap waspada dalam mengikut Yesus?
Tuhan, tolong aku untuk tidak terlena atau terlalu nyaman dalam kehidupan rohaniku. Tolong aku untuk tetap waspada dan bertahan melawan godaan!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate