Pages - Menu

Wednesday, April 3, 2019

Kesadaran pada Situasi

Inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. —Filipi 1:9
Kesadaran pada Situasi
Kami sekeluarga pernah berada di kota Roma untuk liburan Natal. Belum pernah saya melihat suasana seramai itu. Saat kami berdesak-desakan menembus kerumunan orang untuk melihat-lihat tempat wisata seperti Vatikan dan Koloseum, berulang kali saya menekankan kepada anak-anak saya untuk memiliki “kesadaran pada situasi”—yaitu memperhatikan di mana mereka berada, siapa yang ada di sekitar mereka, dan apa yang sedang terjadi. Kita hidup di tengah dunia yang tidak lagi aman, baik di dalam maupun di luar negeri. Ketika anak-anak (dan juga orang dewasa) selalu sibuk dengan telepon genggam dan alat dengar, mereka tidak selalu menyadari situasi di sekeliling mereka.
Kesadaran pada situasi juga menjadi aspek doa Paulus untuk jemaat di Filipi, seperti yang tertulis dalam Filipi 1:9-11. Ia berdoa agar mereka semakin memiliki kearifan untuk mengenali siapa/apa/di mana situasi mereka. Namun, bukan demi keamanan diri Paulus berdoa demikian. Ia berdoa dengan maksud yang lebih besar, yaitu agar orang-orang pilihan Allah menjadi pengelola yang baik dari kasih Kristus yang telah mereka terima, sehingga mereka “memilih apa yang baik”, hidup “suci dan tak bercacat”, dan dipenuhi “dengan buah kebenaran” yang hanya dapat dihasilkan oleh Yesus Kristus.
Hidup semacam itu bersumber dari kesadaran tentang siapa Allah dalam hidup kita dan apa yang menyukakan hati-Nya (yaitu sikap kita yang semakin mengandalkan Dia sebagai Tuhan kita). Lebih dari itu, kita pun menyadari di mana kita dapat membagikan kelimpahan kasih-Nya, yaitu dalam situasi apa pun yang Tuhan izinkan kita alami. —John Blase
WAWASAN

Kota Filipi dinamai berdasarkan nama ayah Aleksander Agung, yaitu Filipus dari Makedonia. Ia merebut kota tersebut pada tahun 360 SM. Filipi merupakan kota utama di provinsi Makedonia, yang sekarang meliputi bagian utara dan tengah negara Yunani serta sebagian Albania. Filipi diperhitungkan sebagai wilayah koloni Romawi sehingga penduduknya memperoleh hak-hak warga negara Romawi.
Paulus pertama kali datang ke Filipi setelah mendapat penglihatan tentang seseorang yang berkata, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami.” Paulus pun menyimpulkan bahwa Allah menghendaki agar ia memberitakan Injil di sana, maka ia segera bersiap untuk berangkat (Kisah Para Rasul 16:9-10). Di luar gerbang kota, Paulus mengajar sekelompok perempuan yang berkumpul di tepi sungai. Di antara mereka terdapat Lidia. Wanita ini dianggap orang pertama yang dimenangkan Paulus di Eropa (ay.13-15). —Alyson Kieda
Bagaimana Anda dapat makin bersemangat membawa kasih Allah ke dalam berbagai situasi yang Anda hadapi?
Bapa, sadarkanlah kami agar kasih-Mu makin melimpah untuk kami bagikan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate