Pages - Menu

Saturday, May 25, 2019

Terbelenggu tetapi Tidak Diam

Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. —Kisah Para Rasul 16:25
Terbelenggu tetapi Tidak Diam
Pada musim panas tahun 1963, seorang aktivis hak asasi manusia, Fannie Lou Hamer, beserta enam orang kulit hitam lainnya berhenti untuk makan di sebuah kedai di Winona, Mississippi setelah semalaman menempuh perjalanan dengan bus. Setelah aparat penegak hukum mengusir mereka, mereka ditangkap dan dipenjarakan. Namun, penghinaan belum berakhir. Mereka semua dipukuli hingga babak belur, tetapi Fannie menderita yang terparah. Namun, setelah diserang secara brutal hingga hampir mati, ia justru menyanyi keras-keras, “Paulus dan Silas dalam penjara, biarkanlah umat-Ku pergi.” Ia tidak sendirian. Tahanan lain yang terbelenggu secara fisik tetapi yang bebas jiwanya pun ikut memuji bersamanya.
Menurut Kisah Para Rasul 16, Paulus dan Silas menemui masalah ketika mereka dipenjara karena memberitakan tentang Yesus. Namun, ketidaknyamanan tidak melemahkan iman mereka. “Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah” (ay.25). Penyembahan yang dilakukan dengan berani tersebut membuka kesempatan untuk terus berbicara tentang Yesus. “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepada [kepala penjara] dan kepada semua orang yang ada di rumahnya” (ay.32).
Sebagian besar dari kita mungkin tidak menghadapi masalah sebesar yang dihadapi Paulus, Silas, atau Fannie, tetapi setiap dari kita akan menghadapi situasi-situasi yang tidak mengenakkan. Ketika hal itu terjadi, kekuatan kita berasal dari Allah yang setia. Semoga hati kita terus bernyanyi memuji Allah dan memberi kita keberanian untuk berbicara bagi-Nya—meski tengah dalam kesulitan. —Arthur Jackson
WAWASAN

Alkitab tidak selalu menceritakan sesuatu secara terperinci, tetapi kita percaya bahwa para penulis Kitab Suci mendapat inspirasi Roh Kudus untuk mencatat apa yang perlu guna menyampaikan makna dan pesan yang hendak Allah firmankan. Kisah Para Rasul 16:31-32 adalah salah satu contoh yang tepat. Ayat 31 jelas merupakan inti Injil, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat.” Seluruh Injil terangkum dalam pernyataan ini, tetapi ayat 32 menunjukkan bahwa kepala penjara dan keluarganya tetap membutuhkan pengajaran lebih lanjut tentang arti mengikut Kristus, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.” Tidak dicantumkan secara mendetail “firman Tuhan” mana yang Paulus dan Silas sampaikan. —J.R. Hudberg
Kapan terakhir kali Anda mengalami situasi yang amat sulit? Pada saat itu, bagaimana Allah menolong Anda untuk menghidupi iman Anda dan menyaksikannya?
Masa-masa sulit menjadi kesempatan untuk berdoa dan menaikkan pujian kepada Pribadi yang mengendalikan segala sesuatu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate