Pages - Menu

Sunday, May 26, 2019

Panggilan untuk Berani

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. —1 Tawarikh 28:20
Panggilan untuk Berani
Di antara patung-patung tokoh pria (Nelson Mandela, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, dan lain-lain) yang dipajang di Alun-alun Gedung Parlemen London, terdapat satu-satunya patung tokoh perempuan. Perempuan tersebut adalah Milicent Fawcett, pejuang hak pilih kaum wanita. Ia diabadikan dalam rupa patung perunggu yang memegang spanduk bertuliskan kata-kata yang ia sampaikan sebagai penghargaan kepada sesama pejuang hak pilih: “Courage calls to courage everywhere” (Keberanian memanggil keberanian di mana pun). Menurut Fawcett, keberanian satu orang akan memberikan semangat bagi yang lain—memanggil jiwa-jiwa yang takut untuk segera bertindak.
Ketika Daud bersiap-siap menyerahkan takhta kepada Salomo, ia menjelaskan tanggung jawab besar yang akan segera dipikul oleh anaknya itu. Wajar bila Salomo dibuat gentar oleh beratnya beban yang ia hadapi: memimpin Israel untuk menaati semua perintah Allah, menjaga tanah yang telah dipercayakan Allah kepada mereka, dan mengawasi tugas penting dari pembangunan bait suci (1 Taw. 28:8-10).
Mengetahui kegentaran hati Salomo, Daud memberikan kata-kata penguatan, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu; . . . janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau” (ay.20). Keberanian sejati tidak lahir dari kemampuan atau kepercayaan diri Salomo sendiri, melainkan dari mengandalkan kehadiran dan kekuatan Allah. Allah memberikan keberanian yang diperlukan Salomo.
Ketika mengalami masa sulit, kita sering berusaha mengumpulkan keberanian atau menyemangati diri sendiri. Namun, Allah saja yang dapat memperbarui iman kita. Dia akan menyertai kita, dan kehadiran-Nya akan membuat kita berani. —Winn Collier
WAWASAN

Karena Daud adalah prajurit yang telah banyak menumpahkan darah, ia tidak diizinkan membangun Bait Allah (1 Tawarikh 28:3). Tugas itu harus dilaksanakan oleh Salomo yang “dikaruniai keamanan” (22:8-10). Mengetahui bahwa Salomo akan mengemban dua tugas berat—menjadi raja yang baik seperti Daud dan membangun rumah untuk kediaman Allah—Daud mengingatkan Salomo bahwa Allah akan memberinya keberhasilan hanya jika Salomo “bertekun melakukan segala perintah dan peraturan [Allah]” (28:7). Empat ratus tahun sebelumnya, Musa menyampaikan kebenaran yang sama kepada Yosua, penerusnya (Yosua 1:7-8). Ketaatan mereka tidak berarti bahwa mereka sudah sempurna, tetapi merupakan bukti kesetiaan dan kepercayaan mereka kepada Allah. —K. T. Sim
Apa yang menyebabkan hati Anda gentar? Bagaimanakah Anda dapat mencari hadirat Allah dan kuasa-Nya agar kemudian melangkah dengan berani?
Ya Allah, sering kali aku merasa takut dan tergoda untuk mengandalkan akal atau keberanianku sendiri—tetapi itu tidak pernah cukup. Sertailah aku dan berikanku keberanian-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate