Pages - Menu

Tuesday, July 9, 2019

Berhenti Melarikan Diri

Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. —Yunus 2:2
Berhenti Melarikan Diri
Pada tanggal 18 Juli 1983, seorang kapten Angkatan Udara Amerika Serikat menghilang tanpa jejak dari kota Albuquerque di negara bagian New Mexico. Tiga puluh lima tahun kemudian, pihak berwenang menemukannya di California. Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa orang tersebut mengalami “depresi dengan pekerjaannya” dan memutuskan untuk melarikan diri begitu saja.
Tiga puluh lima tahun dalam pelarian! Setengah dari masa hidupnya dihabiskan dalam kondisi tidak tenang. Pastilah kekhawatiran dan paranoia selalu membayangi dirinya.
Namun, harus diakui saya juga tahu sedikit banyak apa rasanya menjadi seorang “pelarian”. Memang saya tidak pernah melarikan diri dari sesuatu dalam hidup saya . . . secara fisik. Namun, adakalanya saya tahu ada sesuatu yang Tuhan mau saya lakukan, atau sesuatu yang harus saya hadapi atau akui. Akan tetapi, saya tidak ingin melakukannya, dan itu sama saja dengan melarikan diri dari-Nya.
Nabi Yunus dikenal karena pernah melarikan diri dari tugas yang diberikan Allah untuk berkhotbah ke kota Niniwe (lihat Yun. 1:1-3). Tentu saja Yunus tidak mungkin bisa melarikan diri dari Allah. Kamu mungkin sudah mengetahui kisah selanjutnya (ay.4,17): Badai besar. Ikan besar. Ditelan ikan. Lalu, di dalam perut makhluk yang menakutkan itu, Yunus dihadapkan pada perbuatannya, dan ia pun berseru meminta tolong kepada Allah (2:2).
Yunus bukanlah nabi yang sempurna. Namun, saya terhibur oleh kisahnya, karena Allah tidak pernah membiarkan Yunus walaupun ia sangat keras kepala. Tuhan masih menjawab doa yang dinaikkan Yunus dalam kepasrahan dan dengan kemurahan-Nya memulihkan kembali sang hamba yang enggan (ay.2). Tuhan juga sanggup melakukan hal yang sama terhadap kita. —Adam Holz
WAWASAN
Semula, Yunus diutus untuk melayani kerajaan Israel utara pada masa pemerintahan raja Yerobeam II (2 Raja-raja 14:23-28). Allah kemudian mengutusnya untuk bernubuat kepada Ninewe, ibukota Asyur, guna memperingatkan mereka agar bertobat atau menghadapi penghakiman Allah (Yunus 1:1). Setelah Yunus menolak melakukan misi baru ini dan melarikan diri ke arah yang berlawanan (ay. 3), Allah mendisiplinkannya dengan memerintahkan seekor ikan besar untuk menelannya (ay. 4, 17). Dalam Yunus 2, diceritakan doa pertobatan nabi Yunus selama berada di dalam perut ikan. Yesus memakai peristiwa ini untuk memberikan tanda tentang kematian dan kebangkitan-Nya. “Karena sama seperti Yunus yang berada dalam perut ikan besar selama tiga hari dan tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan berada di dalam bumi selama tiga hari dan tiga malam” (Matius 12:40; Yunus 1:17). —K.T. Sim
Perkara apa yang membuatmu ingin melarikan diri dalam hidup ini? Bagaimana kamu dapat semakin mempercayakan segala pergumulan hidupmu kepada Allah?

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate