Pages - Menu

Friday, July 5, 2019

Perbuatan yang Sesuai Perkataan

Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. —1 Yohanes 2:9
Perbuatan yang Sesuai Perkataan
Pendeta dan penulis Eugene Peterson pernah berkesempatan mendengarkan kuliah dari Paul Tournier, seorang dokter dan konselor pastoral asal Swiss yang sangat dihormati. Peterson telah membaca tulisan sang dokter dan mengagumi caranya membimbing orang kepada kesembuhan. Kuliah tersebut meninggalkan kesan mendalam pada diri Peterson. Sepanjang kuliah, ia merasa Tournier benar-benar menerapkan apa yang ia bicarakan, dan berbicara tentang apa yang ia terapkan. Peterson memilih kata congruence (kesesuaian) untuk menggambarkan pengalamannya.
Kesesuaian yang dimaksud adalah “perbuatan yang sejalan dengan perkataan”. Rasul Yohanes menekankan bahwa apabila seseorang mengaku “berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang” (1 Yoh. 2:9). Dengan kata lain, perbuatan dan perkataannya tidak sesuai. Lebih dari itu, Yohanes menyebut orang seperti itu “tidak tahu ke mana ia pergi” (ay.11). Kata yang dipilih Yohanes untuk menggambarkan keadaan orang yang perkataan dan perbuatannya tidak sesuai? Buta.
Hidup menuruti kehendak Allah dengan mengizinkan terang firman-Nya menyinari jalan kita akan mencegah kita untuk dibutakan oleh kegelapan. Kita akan mempunyai penglihatan yang dikuduskan sehingga kita menjalani hari-hari yang ada dengan fokus yang jernih—perkataan dan perbuatan kita menjadi sejalan. Ketika orang lain memperhatikan hidup kita, mereka akan melihat bahwa kita tahu dengan jelas Siapa yang kita ikuti. —John Blase
WAWASAN
Salah satu tujuan Yohanes dalam menulis suratnya yang pertama adalah untuk mengatasi perpecahan dalam komunitas Kristen. Tidak terlalu jelas bagaimana situasi sebenarnya, tetapi Yohanes menghadapinya dengan mendorong gereja untuk menilai apakah seseorang mengakui kebenaran Kristus dalam perkataan sekaligus mewujudkannya dalam kehidupan (3:7-9). Cara utama untuk mengetahui nilai hidup seseorang adalah dengan melihat apakah mereka dipenuhi dengan kasih Kristus (ay.10). Dalam Alkitab, “kebencian” dan “kasih” bukan semata diartikan sebagai perasaan terhadap seseorang atau suatu hal, melainkan sikap hati yang tercermin dalam tindakan. Yohanes mengajarkan bahwa kasih yang sejati adalah kasih yang penuh pengorbanan seperti kasih Kristus (ay. 16-18). Mewujudkan kasih Kristus tidaklah mustahil karena kita hidup “dalam Dia” (2:5-6). Melalui Roh Kudus, kuasa dan cahaya Kristus akan bersinar dalam diri orang percaya, memenuhi mereka dengan kasih-Nya yang rela berkorban (ay. 8-10). —Monica Brands
Dalam aspek apa saja istilah kesesuaian menggambarkan dirimu? Bagaimana kamu dapat bertumbuh semakin konsisten dalam hidup kamu?
Tuhan Yesus, kuingin perkataanku sesuai dengan perbuatanku. Adakalanya aku gagal, tetapi aku rindu bertumbuh semakin konsisten setiap hari. Tolonglah aku agar setiap orang yang menyaksikan kehidupanku menjadi semakin rindu untuk mengenal-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate