Pages - Menu

Thursday, August 1, 2019

Buldog dan Alat Penyemprot Air

Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. —Efesus 3:19
Buldog dan Alat Penyemprot Air
Hampir setiap pagi di musim panas, ada pertunjukan menarik di halaman belakang rumah kami yang melibatkan sebuah alat penyemprot air dan seekor anjing buldog. Kira-kira pukul 6.30 pagi, sejumlah alat penyemprot air menyala secara otomatis. Biasanya, tak lama kemudian, muncullah Fifi (nama yang diberikan keluarga kami), si anjing buldog.
Pemilik Fifi sengaja melepaskannya dari tali pengikat. Buldog itu pun berlari sekencang-kencangnya ke alat penyemprot air terdekat, lalu menerjang air yang memancur sampai seluruh mukanya basah. Seandainya alat penyemprot itu bisa dimakan, mungkin Fifi sudah melakukannya. Alangkah luar biasanya kegembiraan yang terlihat dari seekor anjing yang tidak bosan-bosannya bermain dengan air hingga sekujur tubuhnya basah kuyup.
Memang Alkitab tidak menyebutkan tentang buldog atau alat penyemprot air. Namun, di satu sisi, doa Paulus di Efesus 3 mengingatkan saya pada Fifi. Sang rasul berdoa agar jemaat di Efesus dipenuhi dengan kasih Allah, “supaya [mereka] bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” Ia berdoa agar mereka “dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” (ay.18-19).
Sampai hari ini, kita masih diundang untuk mengalami Allah yang kasih-Nya tak terhingga melebihi segalanya, supaya kita juga bisa mengalami curahan kebaikan-Nya sampai kita benar-benar terpuaskan oleh-Nya. Kita bebas menikmati hubungan yang gembira dengan satu-satunya Pribadi yang sanggup memenuhi hati dan hidup kita dengan kasih, makna, dan tujuan. —Adam Holz
WAWASAN
Efesus 3:14-21 adalah salah satu contoh doksologi dalam Alkitab. Kata doksologi berasal dari dua kata Yunani: doxa (kemuliaan) dan logia (perkataan). Doksologi adalah sebuah pernyataan atau deklarasi kemuliaan Allah. Pada ayat 21, Paulus berdoksologi, “Bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus.” Perhatikan pemakaian kata kemuliaan dalam doksologi Perjanjian Baru lainnya. Pada Roma 11:33-36, Allah diberi kemuliaan karena hikmat-Nya, bagian itu diakhiri dengan: “Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Dalam 1 Timotius 1:17, Allah diberi kemuliaan karena kekekalan-Nya: “Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak Nampak, yang esa!” Dalam Yudas 1:24-25, kemuliaan Allah tampak karena Dia menjaga anak-anak-Nya: “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga . . . bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa. . .” —Bill Crowder
Bagimu, hal apa yang melambangkan curahan kelimpahan kasih Allah atas hidupmu? Hal apa yang berpotensi merintangimu untuk mengalami kasih Allah?
Ya Allah, puji syukur untuk kasih-Mu yang tak terhingga dan memuaskan kami. Tolonglah kami mengenali dan mengalami kasih-Mu bagi kami.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate