Pages - Menu

Friday, September 13, 2019

Segala Sesuatu yang Kita Lakukan

Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu. —Amsal 16:3
Segala Sesuatu yang Kita Lakukan
Dalam buku Surprised by Joy, C. S. Lewis mengakui bahwa ia mengenal iman Kristen pada usia tiga puluh tiga tahun, tetapi dengan “meronta, melawan, dongkol, dan mencari-cari celah untuk melarikan diri.” Meskipun Lewis berusaha melawan, dan ia juga menghadapi banyak kendala serta kelemahan diri, Tuhan mengubahnya menjadi seorang pembela iman yang berani dan kreatif. Lewis menyerukan kebenaran dan kasih Allah lewat banyak karya esai dan novel luar biasa yang masih dibaca, dipelajari, dan dibagikan orang sampai sekarang, lebih dari lima puluh lima tahun setelah ia meninggal dunia. Hidupnya mencerminkan keyakinannya bahwa tidak ada orang yang “terlalu tua untuk menetapkan tujuan lain atau merajut impian baru.”
Ketika kita membuat rencana dan mengejar impian, Allah dapat memurnikan motivasi kita dan memampukan kita untuk menyerahkan segala sesuatu yang kita lakukan kepada-Nya (Ams. 16:1-3). Dari tugas yang paling sederhana hingga tantangan yang terbesar, kita dapat hidup demi kemuliaan Pencipta kita yang Mahakuasa, yang “membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing” (ay.4). Setiap tindakan, kata, dan pemikiran dapat menjadi ungkapan penyembahan kita yang tulus, suatu persembahan untuk menghormati Allah yang memperhatikan kita (ay.7).
Allah tidak dapat dibatasi oleh keterbatasan, kekhawatiran, atau kecenderungan kita untuk cepat merasa puas dan berhenti bermimpi. Ketika kita memilih untuk hidup bagi Dia—mengabdikan diri dan bergantung kepada-Nya—Dia akan mewujudkan rencana-rencana-Nya atas kita. Apa pun yang kita lakukan dapat dilakukan bersama Dia, untuk Dia, dan hanya karena Dia. —Xochitl Dixon
WAWASAN
Kitab Amsal menekankan agar kita menghormati Allah dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Hal tersebut tampak lewat frasa “takut akan TUHAN” (16:6), yang berarti rasa segan dan hormat yang sangat besar kepada Allah. Kekaguman, hormat dan penundukan diri sepatutnya diberikan kepada-Nya sebagai Pencipta, Penopang, Penebus, dan Tuhan atas segalanya. Seluruh kitab Amsal menegaskan pentingnya memiliki sikap takut akan Allah, baik secara individu maupun komunal, yakni seluruh umat Allah. Takut akan TUHAN adalah dasar bagi hidup yang berhikmat (1:7; 9:10); takut akan TUHAN adalah pilihan kita (1:29), takut akan TUHAN memperpanjang umur (10:27); dan nilainya lebih besar daripada harta (15:16). Orang yang takut akan Tuhan terlindung dari kejahatan (16:6; 19:23) dan mempunyai segala sesuatu yang mereka butuhkan (10:3). —Arthur Jackson
Bagaimana Amsal 16:3 dapat membantu kamu lebih yakin dalam menggunakan karunia-karuniamu? Langkah-langkah apa yang dapat kamu ambil untuk memuliakan Allah dalam usaha mewujudkan mimpi yang Dia taruh dalam hatimu?
Ya Allah, terima kasih Kau ingatkan kami bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil dan mimpi yang terlalu besar dalam Kerajaan-Mu yang agung.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate