Pages - Menu

Monday, September 9, 2019

Sudah Tahu Siapa Pemenangnya

Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka. —Wahyu 21:4
Sudah Tahu Siapa Pemenangnya
Atasan saya adalah penggemar berat tim bola basket sebuah kampus. Tim tersebut berhasil menjadi juara nasional tahun ini, maka salah seorang rekan kerja mengirimkan pesan ucapan selamat kepadanya. Masalahnya, atasan saya belum sempat menonton tayangan pertandingan final itu! Ia pun kesal karena sudah mengetahui hasilnya. Namun, ia mengakui, ketika menonton rekaman pertandingan itu, ia tidak lagi gugup ketika skor kedua tim begitu ketat hingga akhir pertandingan. Itu karena ia sudah tahu siapa pemenangnya!
Kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi esok hari. Terkadang hidup terasa monoton dan membosankan, sementara hari lain penuh dengan kegembiraan. Di lain waktu, hidup dapat terasa melelahkan, bahkan menyakitkan, untuk jangka waktu yang lama.
Namun, meskipun kita mengalami pasang surut kehidupan yang tidak terduga, kita masih dapat merasa aman dalam damai sejahtera Allah. Itu karena, seperti penyelia saya, kita sudah mengetahui akhir ceritanya. Kita sudah tahu siapa “pemenangnya”.
Wahyu, kitab terakhir dalam Alkitab, menyingkapkan kepada kita peristiwa spektakuler yang terjadi pada akhir zaman. Setelah kekalahan terakhir dari maut dan kejahatan (Why. 20:10,14), Yohanes menggambarkan sebuah kemenangan yang indah (21:1-3) ketika Allah diam bersama umat-Nya (ay.3), menghapus “segala air mata dari mata mereka” dan “maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita” (ay.4).
Di tengah masa yang sulit, kita dapat berpegang pada janji ini. Kelak, tidak ada lagi kekalahan atau tangisan. Tidak ada lagi penyesalan atau sakit hati. Kita akan hidup bersama Juruselamat kita selamanya. Alangkah luar biasa perayaan itu nantinya! —Adam Holz
WAWASAN
Bila tidak berhati-hati, gambaran kita mengenai surga bisa dipengaruhi oleh pandangan yang tidak Alkitabiah, misalnya awan dan malaikat kecil bersayap memegang kecapi. Itu bukan gambaran dalam kitab Wahyu. Awan yang digambarkan Yohanes berhubungan dengan penghakiman dan kesusahan besar (10:1; 14:14-16). “Musik” bagai kecapi yang terdapat di dalam pasal 14 adalah seperti suara “desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat” (ay.2). Malaikat yang muncul pun benar-benar mengerikan (14:6-20). Namun, dalam pasal 21, terdapat salah satu perikop yang paling menguatkan. Penghiburan terbesar kita adalah bahwa “kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka” (ay.3). Kita tidak tahu pasti bagaimana hal ini akan terjadi, tetapi ketika Yesus sendiri berkata, “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!“ (ay.5), kita tahu itu sesuatu yang dahsyat. Dunia yang sekarang pun “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Tentunya langit dan bumi yang baru pun tidak kalah baiknya. —Tim Gustafson
Bagaimana harapan akan surga menguatkanmu di saat-saat sulit? Adakah kisah yang “berakhir bahagia” yang kamu sukai? Bagaimana kisah itu mencerminkan apa yang kita baca dalam Wahyu 21?
Suatu hari nanti, Allah akan menghibur setiap hati yang sedih, menyembuhkan setiap luka, dan menghapus setiap tetes air mata.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate