Pages - Menu

Sunday, September 8, 2019

Lintasan Biru

Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. —Amsal 4:11
Lintasan Biru
Jalur perlombaan ski yang menuruni bukit sering kali ditandai dengan cat biru yang disemprotkan ke permukaan salju yang putih di sepanjang lintasan. Lengkungan yang dibuat kasar itu mungkin mengganggu pemandangan penonton tetapi terbukti sangat penting bagi kesuksesan dan keselamatan para peserta lomba. Cat tersebut berfungsi sebagai panduan bagi para pembalap untuk mempunyai gambaran tentang jalur tercepat menuju dasar bukit. Selain itu, warna biru yang kontras dengan permukaan salju memberikan persepsi kedalaman kepada para pembalap, dan itu sangat penting bagi keselamatan mereka saat melaju dalam kecepatan yang sangat tinggi.
Salomo meminta putra-putranya untuk mencari hikmat dengan harapan agar mereka selamat di dalam arena kehidupan. Salomo berkata bahwa hikmat akan “memimpin [mereka] di jalan yang lurus” dan menjaga mereka agar tidak tersandung (Ams. 4:11-12), seperti garis biru di lintasan lomba tadi. Harapan terbesarnya sebagai seorang ayah adalah agar anak-anaknya menikmati hidup yang berkelimpahan, bebas dari kerusakan yang akan dialami ketika hidup jauh dari hikmat Allah.
Allah, sebagai Bapa kita yang penuh kasih, juga memberikan “garis biru” sebagai panduan dalam Alkitab. Meskipun Allah memberikan kebebasan kepada kita untuk bergerak ke mana pun kita suka, hikmat yang Dia berikan dalam firman-Nya, seperti garis-garis penanda lintasan ski, akan “menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya” (ay.22). Saat kita berbalik dari kejahatan dan memilih berjalan bersama-Nya, jalan hidup kita akan diterangi oleh kebenaran-Nya. Kebenaran itu menjaga kita agar tidak tersandung dan memandu perjalanan kita setiap hari (ay.12,18). —Kirsten Holmberg
WAWASAN
Struktur kitab Amsal sangat mudah dikenali. Pasal 1-9 berisi nasihat seorang bapa kepada anaknya, meliputi tema-tema seperti hikmat dan kekudusan hidup. Pasal 10-31 sebagian besar berisi kumpulan pepatah bijak yang kerap membandingkan kehidupan berhikmat dalam sembilan pasal pertama dengan kebebalan yang membinasakan diri sendiri. —Bill Crowder
Dengan merenungkan hikmat Allah, bagaimana kamu telah dijaga sehingga tidak tersandung? Dalam hal apa saja kamu menjadi semakin serupa dengan Yesus?
Allahku, terima kasih untuk firman-Mu. Tolonglah aku teguh berpegang kepada hikmat yang Engkau berikan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate