Pages - Menu

Monday, December 16, 2019

Nilai Diri Kita

Berfirmanlah Tuhan kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” —Zakharia 11:13
Nilai Diri Kita
Caitlin, seorang penulis buku laris, menggambarkan perasaan depresi yang pernah dialaminya setelah melawan orang yang berusaha melecehkannya. Kekerasan emosional yang dialaminya menorehkan luka yang lebih dalam daripada pergulatan fisiknya, karena ia merasa itu membuktikan “betapa aku tidak diinginkan. Aku bukanlah wanita yang ingin orang kenal dengan dekat.” Ia merasa tidak layak dikasihi, karena menganggap diri hanya pantas diperalat dan dicampakkan begitu saja.
Allah mengerti perasaan tersebut. Dia telah menggembalakan umat Israel dengan penuh kasih, tetapi ketika Dia meminta upahnya pada mereka, “mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak” (Zak. 11:12). Ini seharga seorang budak; jumlah yang harus diganti kepada seorang tuan bila budaknya tanpa sengaja terbunuh (Kel. 21:32). Allah terhina karena dihargai dengan harga terendah—“nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku!” kata-Nya dengan sarkastis (Zak. 11:13). Dia pun menyuruh Zakharia menyerahkan uang tersebut kepada penuang logam.
Yesus mengerti perasaan tersebut. Tidak hanya dikhianati oleh para sahabat-Nya, Dia bahkan dikhianati dengan penuh penghinaan. Para pemimpin Yahudi memandang rendah Kristus, jadi mereka menawarkan kepada Yudas tiga puluh keping perak—harga terendah yang dikenakan atas seseorang—dan Yudas menerimanya (Mat. 26:14-15; 27:9). Yudas memandang Yesus begitu rendah sehingga ia tega menjual-Nya dengan harga yang hampir tidak berarti.
Jika orang merendahkan Yesus, janganlah terkejut ketika mereka merendahkanmu. Nilai dirimu tidaklah didasarkan atas perkataan orang, bahkan tidak atas perkataanmu sendiri. Nilai dirimu semata-mata dan sepenuhnya didasarkan atas perkataan Tuhan. Bagi-Nya, kamu sangat berharga hingga Dia rela mati bagimu.—Mike Wittmer
WAWASAN
Zakharia adalah nama yang umum ditemui di Perjanjian Lama; ada hingga tiga puluh orang berbeda yang bernama Zakharia. Namun khusus bagi Nabi Zakharia, nama itu pantas untuknya karena nama tersebut berarti “Yahwe ingat.” Sebagai salah seorang mantan orang buangan yang pulang dari Babel, peran Zakharia adalah mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah tidak pernah melupakan mereka selama mereka bertahun-tahun dibuang. —Bill Crowder
Bagaimana kamu memandang nilai dirimu? Siapa yang dapat kamu tolong untuk memahami nilai diri mereka yang sesungguhnya?
Ya Allah, aku bersyukur karena aku berharga di mata-Mu!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate