Pages - Menu

Saturday, January 4, 2020

Ditempatkan Sempurna

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? —Ayub 38:4
Ditempatkan Sempurna
Para ilmuwan tahu bahwa planet kita berada pada jarak yang tepat dari matahari untuk memanfaatkan panas yang dipancarkannya. Sedikit lebih dekat, maka semua air akan menguap, seperti yang terjadi di Venus. Sedikit lebih jauh, semuanya akan membeku seperti halnya di Mars. Bumi juga memiliki ukuran yang pas untuk menghasilkan tingkat gravitasi yang tepat. Kurangnya gravitasi akan menjadikan segala sesuatu hampa tanpa bobot seperti keadaan di bulan, sementara gravitasi yang lebih besar akan membuat gas-gas beracun terperangkap dan meracuni kehidupan di bumi seperti yang terjadi di Jupiter.
Kompleksnya interaksi fisik, kimiawi, dan biologis yang membentuk dunia kita menunjukkan adanya karya tangan Perancang yang canggih. Kita melihat sekilas keterampilan yang kompleks ini dalam percakapan Allah dengan Ayub tentang hal-hal yang melampaui pemahaman manusia. “Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?” tanya Allah. “Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya?—Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya?”(Ay. 38:4-6).
Melihat sekilas kebesaran alam ciptaan Allah akan membuat kita kagum membayangkan bagaimana samudra raya di bumi ini tunduk kepada Dia yang “membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim, . . . [yang berkata] Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat”(ay.8-11). Dengan takjub kita bernyanyi bersama bintang-bintang fajar dan bersorak gembira dengan makhluk-makhluk surgawi (ay.7), karena dunia yang kompleks ini telah diciptakan untuk kita agar kita dapat mengenal dan mempercayai Allah.—Remi Oyedele
WAWASAN
Setelah lebih dari tiga puluh lima pasal perdebatan antara Ayub dan para penuduhnya, berlangsunglah pembicaraan yang baru—sekarang Ayub mendengar langsung dari Allah! Dalam sebagian besar pasal-pasal sebelumnya, ketika teman-teman Ayub menuduhnya, Ayub sendiri menuduh Allah. Ayub menuntut Allah datang dan menjelaskan perbuatan-Nya: “Ah, sekiranya ada yang mendengarkan aku!—Inilah tanda tanganku! Hendaklah Yang Mahakuasa menjawab aku!—Sekiranya ada surat tuduhan yang ditulis lawanku!” (Ayub 31:35). Sekarang, pada bagian akhir kisah Ayub, Sang Pencipta datang untuk menanggapi tuduhan-tuduhan yang Ayub naikkan kepada-Nya (pasal 38-41), dengan memusatkan tanggapan-Nya dalam serangkaian pertanyaan (40:25-41:5). Ayub menunduk di hadapan Allah dan mengakui segala kelemahannya dengan berkata, “Tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui” (42:3). Pertemuan yang sejati dengan Sang Mahakuasa adalah pengalaman yang membuat kita lebih rendah hati. —Bill Crowder
Bagaimana karya ciptaan Allah yang menakjubkan membuatmu memuji-Nya hari ini? Bagaimana rancangan dunia ini mengungkapkan sifat-sifat Penciptanya?
Terima kasih, ya Allah Pencipta, untuk dunia yang Engkau rancang begitu terperinci bagi kami.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate