Pages - Menu

Monday, February 3, 2020

Api Kudus

Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. —Lukas 3:16
Api Kudus
Setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan, kebakaran hutan di California Selatan membuat sebagian warga merasa kejadian tersebut merupakan perbuatan Allah. Kesan menakutkan itu semakin menjadi-jadi ketika sumber berita mulai menyebut kebakaran tersebut dengan istilah “Holy Fire” atau Api (Kebakaran) Kudus. Banyak pihak yang tidak mengenal daerah itu tidak tahu bahwa sebutan tersebut sebenarnya mengacu pada nama daerah terdampak yang bernama Lembah Holy Jim. Namun, siapakah Holy Jim? Menurut legenda setempat, ia adalah seorang peternak lebah dari abad ke-19 yang tidak peduli pada agama dan suka marah-marah, sehingga tetangga-tetangganya justru memberinya julukan ironis tersebut.
Sebutan baptisan “Roh Kudus dan . . . api” yang diberikan Yohanes Pembaptis juga mempunyai latar belakang tersendiri (Luk. 3:16). Kemungkinan besar yang dipikirkan Yohanes ketika menyebut tentang api itu adalah gambaran Mesias dan api pemurnian yang akan datang dalam nubuat Nabi Maleakhi (3:1-3; 4:1). Kata-kata Maleakhi dan Yohanes Pembaptis baru menjadi kenyataan setelah Roh Allah datang seperti angin dan api ke atas para pengikut Yesus (Kis. 2:1-4).
Api yang dinubuatkan Yohanes Pembaptis tidaklah seperti yang diperkirakan. Sebagai karya sejati dari Allah, api itu memberikan keberanian untuk mengabarkan seorang Mesias dan api pemurnian yang lain. Oleh Roh Yesus, api itu menyingkapkan dan melahap habis usaha-usaha manusiawi yang sia-sia—dan memberi tempat bagi kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri dari Roh Kudus (lihat Gal. 5:22-23). Itulah yang ingin Allah kerjakan dalam diri kita.—Mart DeHaan
WAWASAN
Api muncul dalam Alkitab secara harfiah dan kiasan. Sebagai sumber cahaya dan panas, api digunakan untuk menggambarkan bahaya dan konsekuensi dosa (Amsal 6:27-28; Yesaya 9:18) dan untuk menggambarkan Allah (Ulangan 4:24). Dia berbicara kepada Musa dari dalam semak duri yang menyala tetapi tidak dimakan api (Keluaran 3:2) dan menggambarkan diri-Nya sebagai api yang menghanguskan yang murka terhadap kejahatan dan memurnikan apa yang ingin Dia pelihara (Ulangan 4:24-26; 1 Petrus 1:7). Allah menyertai umat-Nya melewati api yang sesungguhnya seperti ketika umat-Nya dipersekusi (Daniel 3:19-22) dan juga api kiasan dari penghakiman yang memurnikan (1 Korintus 3:11-15).—Mart DeHaan
Bagaimana selama ini hidup kamu telah dipengaruhi oleh karya Roh Kudus? Apa artinya bagimu untuk mengejar kekudusan hidup di hadapan Allah?
Bapa Surgawi, gantikanlah ketakutan kami akan Roh Kudus-Mu dengan kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang jauh lebih berharga daripada pilihan kami yang sia-sia.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate