Pages - Menu

Tuesday, March 3, 2020

Dikenal Sepenuhnya

Sebelum Aku membentuk engkau . . . Aku telah mengenal engkau. —Yeremia 1:5
Dikenal Sepenuhnya
“Seharusnya kamu tidak selamat. Untunglah Yang di Atas masih menjaga kamu,” kata sopir mobil derek kepada ibu saya setelah ia berhasil menderek mobil ibu dari tepi jurang gunung yang curam dan mengamati jejak ban mobil yang mengarah ke lokasi kecelakaan. Saat itu saya masih dikandung oleh Ibu. Ketika saya beranjak dewasa, ia sering menceritakan bagaimana Allah telah menyelamatkan hidup kami berdua hari itu, dan ia meyakinkan saya bahwa Allah memandang saya berharga bahkan sebelum saya lahir ke dunia.
Tak seorang pun luput dari perhatian Allah Pencipta kita yang Mahatahu. Lebih dari 2.500 tahun lalu Dia berkata kepada Nabi Yeremia, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau” (Yer. 1:5). Allah mengenal kita lebih mendalam daripada siapa pun juga dan Dia dapat memberikan tujuan dan makna hidup yang tidak dapat kita peroleh dari siapa pun juga. Dia tidak saja membentuk kita menurut hikmat dan kuasa-Nya, tetapi juga menopang keberadaan kita setiap saat—termasuk hal-hal pada diri kita yang berlangsung setiap saat tanpa kita sadari: dari detak jantung hingga cara kerja otak yang rumit. Saat memikirkan bagaimana Bapa di surga menopang setiap aspek keberadaan kita, Daud berseru, “Betapa berharganya pikiran-pikiran-Mu bagiku, ya Allah!“ (Mzm. 139:17, versi AYT).
Tidak ada yang lebih dekat kepada kita daripada Allah. Dialah yang menciptakan, mengenal, dan mengasihi kita, maka Dia layak menerima sembah dan pujian kita.—James Banks
WAWASAN
Alkitab mencatat Allah berbicara langsung hanya kepada beberapa orang saja; contohnya, Adam dan Hawa di taman Eden (Kejadian 1–3), Abram (ps. 12), Musa di semak yang terbakar (Keluaran 3) dan di Gunung Sinai (ps. 31), dan Elia di Gunung Horeb/Sinai (1 Raja-Raja 19). Dia juga berbicara secara langsung kepada para nabi yang menuliskan kitab-kitab para nabi di Perjanjian Lama. Frasa “Firman TUHAN datang kepadaku” atau “Beginilah firman TUHAN” ditemukan dalam kebanyakan kitab para nabi (lihat Yeremia 1:4). Ketika Allah berbicara, Dia mengungkapkan sesuatu mengenai diri-Nya. Dalam Yeremia 1:1-8, Dia mengungkapkan diri-Nya sebagai pencipta (ay.5), pengutus (ay.7), dan penyelamat (ay.8). Kita belajar tentang diri Allah melalui pengungkapan-pengungkapan-Nya. —J. R. Hudberg
Hal apa dari pemeliharaan Allah yang ingin kamu syukuri saat ini? Bagaimana kamu dapat menyemangati seseorang dengan menyatakan bahwa Allah peduli kepadanya?
Allah, Engkau luar biasa! Terima kasih karena Engkau telah menopangku dan menolongku menjalani setiap saat sepanjang hari.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate