Pages - Menu

Thursday, March 5, 2020

Rencana yang Dibelokkan

Manusia mempunyai banyak rencana, tetapi hanya keputusan Tuhan yang terlaksana. —Amsal 19:21 BIS
Rencana yang Dibelokkan
Rencana Jane menjadi ahli terapi wicara batal karena saat menjalani kerja magang, ia baru menyadari ternyata pekerjaan itu memberinya tekanan emosional yang terlalu berat. Namun, ia mendapat kesempatan menulis untuk sebuah majalah. Meski sama sekali tidak pernah membayangkan akan menjadi penulis, bertahun-tahun kemudian ia senang dapat melayani keluarga-keluarga miskin dengan membela kepentingan mereka lewat tulisan-tulisannya. “Saat melihat ke belakang, aku bisa mengerti mengapa Allah membelokkan rencana saya,” katanya. “Dia mempunyai rencana yang lebih besar bagiku.”
Dalam Alkitab terdapat banyak kisah tentang rencana yang dibelokkan. Dalam perjalanan misinya yang kedua, Paulus berencana mengabarkan Injil ke Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka (Kis. 16:6-7). Hal itu pastilah membawa kebingungan: Mengapa Yesus membelokkan rencana yang sejalan dengan misi dari Allah? Jawabannya datang suatu malam dalam mimpi: Paulus lebih dibutuhkan di Makedonia. Di sanalah Paulus kemudian merintis jemaat pertama di tanah Eropa. Raja Salomo juga pernah menulis tentang perencanaan, “Manusia mempunyai banyak rencana, tetapi hanya keputusan Tuhan yang terlaksana” (Ams. 19:21 BIS).
Membuat rencana memang tindakan yang bijak, seperti kata pepatah, “Gagal berencana berarti berencana gagal.” Namun, Allah bisa membelokkan rencana kita agar kita mengikuti rencana-Nya. Kita pun ditantang untuk mendengarkan dan taat kepada pimpinan Allah, dalam kesadaran bahwa kita dapat mempercayai-Nya. Dengan tunduk kepada kehendak-Nya, kita akan berjalan semakin selaras dengan tujuan-Nya atas hidup kita.
Dalam rencana-rencana yang kita susun, ada baiknya kita menambahkan hal ini: Berencanalah untuk mendengar, dan dengarkanlah rencana Allah.—Leslie Koh
WAWASAN
Dalam penglihatan Paulus dalam Kisah Para Rasul 16:9-10, seorang Makedonia yang ia lihat tidak diidentifikasi lebih jauh. Namun, kita belajar sesuatu tentangnya di ayat 9. Kata yang diterjemahkan sebagai “tolong” (boetheo) berarti “datang menolong” dan mengindikasikan kebutuhan akan bantuan secara fisik. Sepertinya ini merujuk kepada seseorang yang tidak mengenal Injil atau bahkan bagaimana ia dapat ditolong.
Sangat menarik untuk mencatat bahwa ada perubahan kata ganti dari mereka (ay.6-9) menjadi kami di ayat 10: “Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia.” Kebanyakan ahli percaya bahwa ini menandakan bahwa Lukas, penulis Kisah Para Rasul, telah bergabung dengan kelompok tersebut.—Julie Schwab
Bagaimana kamu dapat menyerahkan rencana kamu kepada Allah hari ini? Bagaimana kamu dapat lebih mendengarkan-Nya ketika Dia menyatakan rencana-rencana-Nya bagi kamu?
Allah yang Mahatahu, berikanlah aku iman untuk mendengarkan-Mu ketika rencanaku dibelokkan oleh-Mu, karena aku tahu Engkau mempunyai maksud yang lebih besar dan mulia bagi hidupku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate